counter

Geisler siap hadapi Theodsak pada World Boxing Council Asia Pacific

Geisler siap hadapi Theodsak pada World Boxing Council Asia Pacific

Petinju asal Papua Geisler AP yang akan bertanding menghadapi petinju Thailand Theodsak Sinam dalam ajang World Boxing Council Asia Pacific pada 30 Maret 2019 di Balai Sarbini, Jakarta. (Cornea Khairany)

Jakarta (ANTARA) - Petinju asal Papua, Indonesia, Geisler AP mengaku siap menghadapi petinju asal Thailand Theodsak Sinam dalam ajang World Boxing Council Asia Pacific pada 30 Maret 2019.

"Kondisi saya saat ini, saya sudah sangat siap menghadapi lawan saya. Saya siap menjadi juara," kata Geisler saat ditemui di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut pria yang kini berusia 35 tahun itu, salah satu persiapan yang sudah dilakukan, yakni melaksanakan berbagai sesi latihan yang dilaksanakan secara rutin dan intensif.

"Dari bulan Januari sampai sekarang, latihan demi latihan masih terus saya lakukan, belum berhenti. Makanya, saya bisa bilang kalau sekarang saya sudah siap tanding," ujar Geisler.

Meskipun demikian, dia mengaku saat ini masih ada yang belum dilakukan, yaitu menonton video-video pertandingan petinju Thailand tersebut. Dia pun mengaku akan segera menyaksikannya.

"Saya belum pernah lihat video-video pertandingannya. Tapi mungkin nanti akan saya cek, supaya saya bisa mempelajari gerakan lawan dan mengetahui teknik apa yang harus saya lakukan nanti," tutur Geisler.

Lebih lanjut, dia pun dengan penuh percaya diri memasang target untuk mengalahkan petinju asal Thailand tersebut dalam tiga ronde dari total keseluruhan 12 ronde.

"Targetnya nanti, saya bisa mengalahkan lawan dalam tiga ronde dari 12 ronde. Saya yakin bisa membawa nama Papua dan Indonesia menjadi juara," ungkap Geisler.

Geisler AP merupakan petinju Indonesia asal Papua yang hingga kini masih bertahan di dunia tinju profesional. Pada 30 Maret 2019, dia berlaga di ajang World Boxing Council Asia Pasifik Welter ringan kelas 63.5 kg di Balai Sarbini, Jakarta.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar