counter

Penerima Bidikmisi se-Indonesia bakal gelar sarasehan di Yogyakarta

Penerima Bidikmisi se-Indonesia bakal gelar sarasehan di Yogyakarta

Pembina mahasiswa Bidikmisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sidik Purnomo (tengah) berfoto bersama perwakilan mahasiswa penerima Bidikmisi di Gedhong Pareanom, Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (15/3). (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Ratusan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari berbagai daerah di Indonesia akan menggelar sarasehan tingkat nasional di Yogyakarta pada 22-27 April 2019.

"Output dari sarasehan itu bisa membantu memberikan rekomendasi untuk kemajuan pemerintah," kata Pembina mahasiswa Bidikmisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sidik Purnomo seusai menemui Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Jumat.

Menurut Sidik, dalam sarasehan yang ditargetkan diikuti 400 mahasiswa penerima Bidikmisi se-Indonesia itu akan menghadirkan Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang merupakan penggagas beasiswa Bidikmisi.

"Kami sebenarnya mau mengundang Pak Presiden tetapi karena acaranya sehabis pemilu tidak mungkin," kata Sidik yang juga Kasubdit Kesejahteraan Mahasiswa UGM ini.

Selain membuat rekomendasi untuk pemerintah sebegai pemberi beasiswa, menurut Sidik, mahasiswa serta alumni penerima Bidikmisi yang juga diundang dalam sarasehan itu diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk membina siswa calon penerima beasiswa tersebut.

Secara nasional, ia menyebutkan jumlah mahasiwa penerima Bidikmisi terus meningkat. Pada 2018 total penerima Bidikmisi sebanyak 90.000 mahasiswa dan pada 2019 meningkat menjadi 130.000 mahasiswa.

Meski demikian, kuota penerima beasiswa itu diharapkan dapat kembali meningkat. Di UGM, ia mencontohkan, dari sebanyak 3.000 mahasiswa dari keluarga kurang mampu, baru 1.338 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa itu. "Karena menurut pemerintah beasiswa ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan," kata dia.

Ketua panitia sarasehan, Erlina Fahrunisa mengatakan beasiswa Bidikmisi sangat membantu secara finansial mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Melalui beasiswa itu, Erlina mengaku mendapatkan kebebasan uang kuliah tunggal (UKT) ditambah biaya hidup sebesar Rp700 ribu per bulan yang dibayarkan per enam bulan.

"Kami berharap kegiatan sarasehan ini nantinya merekatkan rasa solidaritas mahasiswa penerima Bidikmisi dan selanjutnya bisa berkontribusi lebih kepada yang telah memberikan kami beasiswa," kata dia.

Baca juga: Kemenristekdikti motivasi mahasiswa penerima bidikmisi
Baca juga: Pemerhati nilai KIP kuliah tidak diperlukan
Baca juga: Mendikbud sambut positif Bidikmisi terintegrasi KIP

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar