counter

Lanud Palembang siapkan satgas udara cegah kebakaran hutan

Lanud Palembang siapkan satgas udara cegah kebakaran hutan

Iluatrasi - Helikopter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjatuhkan air dari udara saat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (28/2/2019). (ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc)

Satuan tugas yang beranggotakan prajurit TNI-AU terbaik didukung lima unit helikopter sekarang ini mulai disiagakan untuk melakukan pemantauan kawasan hutan dan lahan perkebunan di daerah rawan terjadi kebakaran
Palembang (ANTARA) - Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang, Sumatera Selatan menyiapkan satuan tugas udara untuk mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mulai April 2019.

"Satuan tugas yang beranggotakan prajurit TNI-AU terbaik didukung lima unit helikopter sekarang ini mulai disiagakan untuk melakukan pemantauan kawasan hutan dan lahan perkebunan di daerah rawan terjadi kebakaran," kata Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel (Pnb) Heri Sutrisno di Palembang, Jumat.

Satgas udara akan membantu secara maksimal melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan perkebunan/pertanian serta memadamkan api jika terjadi kebakaran dengan menurunkan helikopter pembom air (water bombing).

Untuk melakukan tugas secara efektif, Satgas Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang berkoordinasi dengan Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait lainnya.

Melalui koordinasi, kegiatan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel pada tahun ini bisa berjalan dengan baik.

"Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada suatu daerah yang sulit dijangkau oleh Satgas darat akan didukung dengan menurunkan Satgas udara sehingga dapat ditangulangi dengan cepat," katanya.

Menurut dia, upaya pencegahan serta penangggulangan kebakaran hutan dan lahan yang disiapkan pada musim kemarau tahun ini bisa meraih kesuskesan yang dicapai pada tahun 2018.

"Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu, pada musim kemarau tahun lalu dapat dikendalikan sehingga dapat dicegah terjadinya bencana kabut asap yang dapat menggaggu aktivitas penerbangan dan ganguan kesehatan masyarakat," ujar Danlanud. 

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar