counter

Orang tua korban penembakan Selandia Baru belum diberitahu

Orang tua korban penembakan Selandia Baru belum diberitahu

Warga asal Sumatera Barat Zulfirmansyah yang menjadi korban penembakan di Masjid Al Noor Kota Crishtcruch Selandia Baru. (Istimewa/ facebook Zulfirmansyah)

Kami belum memberitahu orang tua di Padang karena khawatir akan terguncang karena persoalan ini
Padang (ANTARA) - Kakak korban penembakan di Masjid Al Noor Kota Christchurch, Selandia Baru, Hendra mengatakan orang tua mereka belum diberitahu terkait kejadian yang menimpa adiknya Zulfirmansyah dan anaknya yang tertembak di masjid tersebut.

"Kami belum memberitahu orang tua di Padang karena khawatir akan terguncang karena persoalan ini," kata dia di Padang, Jumat.

Dirinya meminta agar awak media jangan datang ke rumah orang tua mereka karena hingga saat ini dirinya belum memberitahukan hal tersebut.

"Kami minta doa agar adik kami dan anaknya melewati masa krisisnya," ucap dia.

Ia mengatakan Zulfirmansyah saat ini mengalami koma karena terkena peluru di beberapa bagian tubuhnya.

"Kami minta doa agar adik saya dapat selamat dari masa kritisnya," ujarnya, lirih.

Sementara anak Zulfirmansyah, terkena tembakan di kakinya dan membuat kondisi kejiwaannya terguncang.

Ia mengaku mendapatkan info tersebut dari istri Zulfirmansyah sekitar pukul 13.00 WIB, dan hal itu membuat dia dirinya terguncang.

"Saya mendapatkan informasi tadi siang dan hingga saat ini masih terus berharap kondisi mereka baik-baik saja," ujar dia, berharap.

Ia mengatakan adiknya dan keluarga berpindah ke Selandia Baru sejak Januari 2019 karena ada pekerjaan di sana.

"Adik saya seorang seniman, sebelum pindah ke sana dia dan keluarga berdomisili di Yogyakarta," tabahnya.

Sebelumnya, dua orang warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam aksi teror penembakan massal yang terjadi di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat, 15 Maret 2019, pukul 13:40 (waktu setempat).

"Kami baru menerima informasi bahwa terdapat dua WNI yang tertembak dalam peristiwa penembakan di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta.

Arrmanatha menyatakan berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh KBRI di Wellington dari kelompok WNI di Christchurch, bahwa dua WNI yang tertembak dalam peristiwa tersebut adalah seorang ayah dan anaknya. Keduanya sekarang masih mendapatkan perawatan di Christchurch Public Hospital.

"Ayahnya saat ini dirawat di ruang ICU dan anaknya juga dirawat di rumah sakit yang sama tetapi di ruang perawatan biasa," ujar dia

Sebelumnya sebanyak 40 orang tewas dan lebih 20 lagi luka parah dalam aksi penembakan di dua masjid di Selandia Baru pada Jumat, yang disebut Perdana Menteri Jacinda Ardern sebagai serangan teroris.

Pembunuhan oleh sedikitnya seorang pria bersenjata itu dilakukan saat Shalat Jumat berlangsung di Kota Christchurch. Itu merupakan penembakan massal terburuk di negara itu dan dikutuk di seluruh wilayah Asia.

"Kami mendapat laporan bahwa 40 orang meninggal dalam aksi kekerasan ekstrim ini. Jelas serangan ini dapat dilukiskan sebagai serangan teroris," kata Ardern.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polri perberat pidana tersangka penikam Wiranto

Komentar