counter

Metropolitan

Polisi sebut tak temukan indikasi prostitusi di Kebagusan City

Polisi sebut tak temukan indikasi prostitusi di Kebagusan City

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib (Antara/Ricky Prayoga/2019)

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian menyebut tidak menemukan indikasi prostitusi di tiga unit kamar Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang digerebek pada Kamis (14/3) malam.

Penggerebekan yang dilakukan oleh tim gabungan dari pihak Pengelola Apartemen, Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu tersebut, lantaran adanya informasi kegiatan prostitusi di lokasi tersebut.

"Iya ada penggerebekan, namun untuk sementara belum ditemukan indikasi yang mengarah ke tindakan prostitusi daring di sana," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Dari informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17, dan 19. Ada tujuh hingga delapan orang yang diamankan yang terdiri atas lima perempuan dan tiga laki-laki yang langsung dibawa ke Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

Andi menyebut mereka semua diperiksa terkait pendataan  adanya pendatang dari luar ke apartemen tersebut.

Menurut dia, hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal tak diinginkan di sana.

"Pemeriksaan saja, pemeriksaan terpadu. Orang-orang yang dari luar datang kesitu," ucap Andi menambahkan.

Sebelumnya, petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI dan Satpol PP Kelurahan Kebagusan menggerebek prostitusi daring di Apartemen Kebagusan City, Kebagusan, Jakarta Selatan, dengan didampingi oleh pihak keamanan apartemen pada Kamis malam.

Razia tersebut dilakukan lantaran pihak apartemen menduga ada sejumlah wanita yang kerap menyewa apartemen untuk melakukan praktik prostitusi.

"Kami lihat dari CCTV ada wanita dengan dandanan menor turun naik dengan membawa pria dan menduga mereka melakukan prostitusi di apartemen ini," ungkap Kepala Keamanan Apartemen Kebagusan City, Bernard T Wahyu Wiryanta, saat ditemui di lokasi, Kamis (14/3).

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan lima wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial yang berada di dalam kamar apartemen dengan dua pria.

"Satu grup, lima perempuan dan dua laki-laki. Mereka memperdagangkan sendiri dirinya. Ada satu yang mengaku membantu, jadi dugaan muncikari ada," ujar Bernard.

Petugas juga mendapati sejumlah barang bukti, salah satunya adalah kondom bekas pakai yang dibuang ke dalam tong sampah di dalam kamar apartemen. 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar