counter

Bulog gelontorkan 190.000 ton beras untuk operasi pasar

Bulog gelontorkan 190.000 ton beras untuk operasi pasar

Petugas Bulog mengemas beras saat digelarnya pasar murah di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/1/2019). . ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nz. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog telah menggelontorkan 190.000 ton beras medium melalui Operasi Pasar (OP) cadangan beras pemerintah (CBP) di seluruh Indonesia untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

Bulog mendistribusikan rata-rata 2.000-3.000 ton beras medium per hari untuk Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui Operasi Pasar CBP ini. Diharapkan target OP CBP sebesar 15.000 ton per hari dapat dicapai saat musim paceklik karena harga beras diperkirakan melonjak.

"Kegiatan ini telah dilakukan serentak oleh Bulog Divisi Regional seluruh Indonesia pada 3 Januari 2019 sesuai instruksi Presiden sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun 2019," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Tri Wahyudi Saleh melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Tri mengatakan Presiden RI mengapresiasi bahwa Pelaksanaan Operasi Pasar yang dilakukan Perum Bulog selama tahun 2018 mampu meredam gejolak harga beras dan efektif menekan inflasi.

Dalam pelaksanaan Kegiatan KPSH ini, Bulog melibatkan banyak pihak dengan pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan atau pun yang membidangi di tingkat provinsi/kabupaten/kota; Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) masing-masing daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan maupun pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi BUMN serta melalui distributor.

Kementerian Perdagangan telah menugaskan Bulog untuk melanjutkan kegiatan operasi pasar melalui surat Menteri Perdagangan RI tanggal 2 Januari 2019 yang ditujukan kepada Dirut Perum Bulog.

Operasi pasar dilakukan dengan ketentuan harga beras untuk wilayah 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Sulawesi, NTB, Bali) sebesar Rp8.100/kg; wilayah 2 (Sumetra kecuali Lampung dan Sumatra Selatan, Kalimantan, NTT) sebesar Rp8.600/kg, dan wilayah 3 (Maluku dan Papua) sebesar Rp8.900/kg dengan harga jual maksimal sesuai HET masing-masing wilayah.

Stok beras Bulog secara nasional saat ini lebih dari 1,89 juta ton. Gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan Pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk Operasi Pasar CBP guna stabilisasi harga, juga menjaga stok dalam rangka hari besar keagamaan, terutama menjelang Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2019.

Baca juga: Presiden pastikan stok beras cukup dan operasi pasar berjalan
Baca juga: Harga beras medium ditargetkan Rp8.500 setelah operasi pasar

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar