Umat Hindu gelar doa bersama untuk pilpres damai

Umat Hindu gelar doa bersama untuk pilpres damai

Umat Hindu dari Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang dan Banten menggelar Santi Puja atau doa bersama untuk keutuhan dan kedamaian bangsa agar pilpres damai di Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur, Sabtu (16/3/2019). (ANTARA/Desi Purnamawati)

Santi Puja atau doa bersama ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia untuk keutuhan dan kedamaian bangsa
Jakarta (ANTARA) - Umat Hindu di seluruh Indonesia menggelar doa bersama untuk mengharapkan pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 17 April 2019 berjalan aman dan damai.

Kegiatan doa bersama atau Santi Puja Nasional tersebut dipusatkan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun Jakarta Timur, Sabtu dimulai pukul 17.00-21.30 WIB.

"Santi Puja atau doa bersama ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia untuk keutuhan dan kedamaian bangsa," kata Ketua Panitia Santi Puja Nasional I Wayan Kantun Mandara.

Santi Puja tersebut diselenggarakan oleh sembilan ormas dan lembaga Hindu di Indonesia seperti Prajaniti Hindu Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (ICHI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dan Wanita Hindu Dharma Indonesia.

Perwakilan ormas dan lembaga yang hadir pada kegiatan berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Banten dan Bekasi dengan target 400 hingga 700 orang yang hadir, katanya.

"Ini gerakan moral murni berdoa untuk mengharapkan kepada tuhan agar bangsa Indonesia mendapatkan kenyamanan dan ketentraman," tambah dia.

Hadir pada acara tersebut Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan sejumlah tokoh-tokoh Hindu lainnya.

Ari Dwipayana pada kesempatan tersebut menyampaikan kembali pesan Presiden Joko Widodo agar menjadi negara yang maju maka seluruh elemen bangsa Indonesia harus bersatu.

"Bersatu bisa kita wujudkan kalau kita mampu hidup bersama dalam perbedaan. Kata kuncinya kita mau dan mampu untuk hidup dalam toleransi,  hidup dalam keragaman dan perbedaan," kaya Ari Dwipayana.

Terkait dengan pemilu, Ari kembali mengingatkan pesan presiden bahwa pemilu bukan perang apalagi perang suci tapi pesta demokrasi untuk memilih pemimpin yang terbaik.

"Dalam pemilu seharusnya dapat kita berikan kesempatan kepada para calon pemimpin untuk beradu gagasan dan  ide, sehingga masyarakat bisa memilih. Demokrasi memberi kesempatan untuk memilih pemimpin yang terbaik," katanya.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Makna damai pascasengketa pemilu

Komentar