counter

Sosialisasi waspada komplikasi diabetes digelar RSUD Tangerang-Banten

Sosialisasi waspada komplikasi diabetes digelar RSUD Tangerang-Banten

Puncak Hari Kesehatan Dunia Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kanan) didampingi Waikota Tangsel Airin Rachmi Diany (kiri) melakukan senam bersama ratusan masyarakat Tangerang dalam acara memperingati Puncak Hari Kesehatan Dunia di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (10/4). Tema peringatan hari kesehatan dunia tahun ini terkait pencegahan diabetes dan olahraga menjadi aktivitas pilihan kita menurut International Diabetes Federation (IDF) pengidap diabetes di Indonesia ada sekitar 10 juta jiwa, ke-4 terbesar di dunia. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Untuk mencegah diabetes kami melakukan program penyuluhan dan juga senam bugar bersama dengan melibatkan warga setempat
Tangerang (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menggelar sosialisasi waspada terhadap komplikasi penyakit diabetes (kencing manis).

"Bagi penderita diabetes upaya yang dilakukan antara lain mengatur frekuensi menu makanan menjadi lebih sehat, menjaga berat badal ideal, ini penting dilakukan warga," kata Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaeni di Tangerang, Sabtu.

Naniek mengatakan warga dan penderita diabetes diharapkan rutin berolahraga, menjalani pengecekan gula darah, minimal satu kali dalam setahun.

Menurut dia, para ibu hamil juga perlu mewaspadai komplikasi diabetes karena tidak hanya bisa terjadi pada ibu, tapi juga bayinya.

Sebagai contoh, bayi dapat kelebihan berat badan, prematur, gula darah rendah (hipoglikemia), keguguran, dan penyakit kuning.

Dia mengatakan untuk mencegah diabetes pihaknya melakukan program penyuluhan dan juga senam bugar bersama dengan melibatkan warga setempat.

Naniek mengharapkan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi itu dapat menimbulkan kesadaran warga akan bahaya diabetes.

Sementara itu, Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Ade Yudi Firmansyah mengatakan sebagai gambaran bahwa diabetes disebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan.

Ade mengatakan diabetes tipe pertama terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memroduksi insulin.

Namun diabetes tipe kedua, disebabkan sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik.

Menurut dia, gejala diabetes tipe satu dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu dan bahkan beberapa hari saja.

Sedangkan diabetes tipe kedua berkembang dalam waktu relatif lama sehingga banyak warga yang tidak menyadari karena gejalanya cenderung tidak spesifik.

Untuk itu diharapkan warga untuk mengecek gula darah rutin setiap tahun agar dapat diketahui bahwa menderita diabetes atau tidak.

Baca juga: RSUD Tangerang dipuji pejabat Malaysia

Baca juga: Mengontrol gula darah juga penting sebelum diabetes menyerang

Baca juga: Konsumsi telur memperkecil risiko diabetes tipe 2

Baca juga: Khasiat kayu manis bagi pasien diabetes tipe 2

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar