Free Fire diharapkan jadi pendorong legitimasi esports di Indonesia

Free Fire diharapkan jadi pendorong legitimasi esports di Indonesia

Dua orang "shoutcaster" mengomentari jalannya permainan Grand Final Free Fire Shopee Indonesia Masters di Mall Taman Anggrek Jakarta, Minggu (17/3/2019). (Antara/Suwanti)

Jakarta (ANTARA) - Produser Garena Free Fire Indonesia, Christian Wihananto, berharap gim Free Fire menjadi pendorong legitimasi esports atau olahraga elektronik di Indonesia karena gim ‘mobile’ ini adalah yang terpopuler dan terbesar berdasarkan jumlah pemainnya.

“Esports besar, tapi juga tergantung gim-nya, kalau kita bikin turnamen Free Fire pasti ramai karena banyak yang main,” kata Christian ketika ditemui di acara Grand Final Free Fire Shopee Indonesia Masters 2019 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Minggu.

Dia menyebut untuk turnamen Free Fire Shopee Indonesia Masters 2019 saja ada 8.000 sampai 9.000 tim yang ikut bertanding. Sementara jumlah partisipannya mencapai sekitar 34.000 pemain.

Christian menambahkan, sebuah pergerakan dalam rangka legitimasi dari gim ke esports memerlukan pendekatan dari banyak sisi. Ada dari hulu ke hilir (top down), hilir ke hulu (bottom up), maupun yang mempertemukan keduanya di tengah-tengah.

Untuk ‘bottom up’ berarti komunitas yang kuat, 'top down’ berarti pemerintah yang melegitimasikan aspirasi ini. Sedangkan, penerbit gim berada dalam posisi di tengah dengan memberikan wadah seperti mengadakan turnamen, memberikan produk yang bagus, dan memberikan manajemen kejuaraan yang kokoh.

“Kalau kita bisa lakukan itu secara konsisten, dan secara ‘long-term’ atau ‘medium-term’ ya, ‘a movement’ bisa dilakukan. Dan itu pelan-pelan esports bakal ‘legitimate’,” ucap lulusan Nanyang Technological University ini.

Disinggung mengenai peranan pemerintah dalam esports, Christian menyambut baik usaha positif yang dilakukan pemerintah.

“Sangat baik, sekarang mereka bisa bantu nge-push esports untuk di SEA Games, di Asian Games. Itu enggak kepikiran ya setahun dua tahun yang lalu, jadi bisa dibilang sangat ‘helpful’ sekali,” kata dia menambahkan.

Sebagai produser Free Fire, Christian tidak menampik ada keinginan untuk memasukkan gim ini ke dalam kompetisi esports di SEA Games 2019. Namun, dia juga tidak kecewa karena target utamanya adalah esports bisa diterima secara luas oleh masyarakat.

“Kalau Free Fire bisa masuk (SEA Games) bagus. Tapi kalau tidak, tetap kita support. Karena buat kita ‘group of esports’ itu lebih penting,” tandasnya.

Sebagai catatan, pada SEA Games 2019 Filipina akan dilangsungkan kompetisi esports dalam enam nomor lomba, yaitu NBA 2K19, Tekken 7, Dota 2, StarCraft II, Mobile Legends, dan Arena of Valor.

Baca juga: Pemerintah akan beri pembekalan kepada finalis Piala Presiden Esports 2019

Pewarta: Suwanti
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara PT KAI rangkul dan fasilitasi kaum milenial

Komentar