counter

The Rain siapkan lagu "nyentrik" saat Ramadhan

The Rain siapkan lagu "nyentrik" saat Ramadhan

Vokalis The Rain Indra Prasta. (ANTARA News/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Grup musik The Rain tengah menyiapkan lagu yang diklaim bernuansa "nyentrik" untuk diluncurkan pada Ramadan.

"Saat ini, proses produksinya sudah mencapai 50 persen. Lagu itu bukan lagu religi karena kami belum pantas membuat lirik religi," ujar vokalis The Rain Indra Prasta saat dijumpai di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Indra menjelaskan karya terbaru grup musik asal Yogyakarta itu akan berbeda dari sebelumnya. Lagu terbaru The Rain punya tempo yang lebih cepat dan  alat musik ukulele akan mewarnai lagu itu.

Bukan hanya karakter "nyentrik" dari sisi aransemen musik, komposisi lirik lagu itu juga disampaikan dengan bahasa yang lugas.

Karya The Rain yang dikenal melankolis akan berganti lebih "up beat" dengan petikan senar ukulele yang memberikan nuansa riang.

"Kami tidak mau mengandalkan lagu 'Terlatih Patah Hati' dan 'Gagal Bersembunyi' dalam setiap tur yang kami jalani. Kami senang dengan lagu itu, tapi harus ada karya baru," katanya.

Indra mengatakan lagu baru The Rain memberikan motivasi kepada penggemarnya untuk terus menggapai harapan walau harus melewati hidup yang getir.

Produksi lagu baru The Rain sejak Januari 2019 itu, menurut Indra, bukan hal mudah menyusul kesibukan para personel lain seperti Aang Anggoro (drum), Ipul Bahri (bass) dan Iwan Tanda (gitar dan vokal).

Indra pun harus mencuri waktu di tengah-tengah kesibukannya sebagai penyiar radio swasta di Jakarta untuk merekam lagu.

"Bukan saya saja yang sibuk, personel lain juga harus membagi waktu. Kami menggarap materi lagu dengan laptop dalam perjalanan. Materi lagu itu dicicil sedikit-sedikit karena semuanya sibuk," katanya.

Namun pada Januari 2019, seluruh personel telah sepakat untuk beralih dari kesibukan masing-masing dan fokus pada penggarapan lagu mereka itu.

"Jadwal manggung The Rain memang jalan terus dan ada saja sponsornya. Kami senang, tapi di sisi lain kami juga kerepotan mengurus jadwal," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar