counter

Benarkah makan pedas sebabkan maag?

Benarkah makan pedas sebabkan maag?

Ilmuwan gizi Matthew Blaylock di Artotel Jakarta Selasa (19/3/2019) ((Antaranews/ Abdu Faisal))

Jakarta (ANTARA) - Ilmuwan nutrisi Dr Matthew Blaylock, PhD membantah mitos yang menyebutkan bahwa makanan pedas bisa menyebabkan radang lambung atau maag.

"Makanan pedas sebabkan maag itu cuma mitos, maag itu justru disebabkan makanan tercemar oleh bakteri ganas bernama Helicobacter pylori," ujar ilmuwan nutrisi sekaligus dosen pascasarjana Universitas Ciputra Surabaya, Matthew Blaylock, di Jakarta, Selasa.

Matt mengatakan, Helicobacter pylori itu sejenis bakteri yang masuk ke dalam lambung dan bisa menghilangkan lapisan mukosa dalam lambung.

Akibatnya lambung menjadi radang atau bisa lebih parah menjadi tukak lambung.

Di dalam presentasinya seputar manfaat dan kebaikan yogurt di Artotel Jakarta, Matt menyarankan pentingnya mereka yang mengalami sakit maag agar mengonsumsi yogurt.

"Konsumsi yogurt bisa menghilangkan sakit maag karena kandungan bakteri baik dalam yogurt bisa melawan bakteri yang ganas (h. pylori) sehingga bisa mengembalikan keseimbangan yang dibutuhkan tubuh," jelas Matt.

Matt juga menampik adanya pendapat bahwa kandungan asam pada yogurt memperburuk penyakit maag.

"Justru bagi penderita maag ringan, konsumsi yogurt 500 mililiter per hari sudah cukup mengatasi masalah penyakit maag ringan," ujarnya

Sebab, menurut berbagai penelitian, bakteri Bifidobacterium, Lactobacillus acidophilus dan Lactobacillus casei dalam yogurt dapat lolos dari asam lambung dan mencapai usus besar serta berkembang biak menekan pertumbuhan bakteri jahat, sehingga pencernaan menjadi lebih sehat.

Namun jika sakit maag tergolong parah, Matt mengatakan, dokter akan menyarankan penderita untuk mengonsumsi obat jenis antibiotik.

Baca juga: Wedang jahe bisa lancarkan pencernaan
Baca juga: Alasan yogurt aman bagi penderita sakit maag
Baca juga: Jangan gampang minum obat maag saat puasa


Penulis: Peserta Susdape XIX/Abdu Faisal

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Abdu Faisal
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar