counter

Bupati jamin murid SD Sama bisa ujian

Bupati jamin murid SD Sama bisa ujian

Warga Lingkungan Sama terpaksa mendirikan tenda darurat di Dusun Gentungan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Senin (11/3). Para guru dan siswa di sekolah setempat juga mengungsi sehingga ujian akhir siswa SD setempat ikut ke sekolah lain. FOTO/Antara news/Amirullah

Mamuju (ANTARA) - Bupati Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Habsi Wahid menjamin, murid SD Sama yang mengungsi bersama orang tua mereka akan tetap mengikuti ujian.

"Murid SD Sama yang saat ini masih mengungsi akan dititipkan di sekolah dekat lokasi pengungsian mereka," kata Habsi Wahid, ditemui di Mamuju, Rabu.

Termasuk lanjut Bupati, Murid kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir sekolah (UAS).

"Tentu itu yang menjadi perhatian dan kami memastikan proses belajar mengajar bagi murid SD Sama yang mengungsi akan segera diupayakan, khususnya bagi murid kelas enam yang akan mengikuti UAS," terang Habsi Wahid.

Sebelumnya, guru SD Sama Suardi ditemui di lokasi pengungsian di Dusun Gentungan, Kecamatan Kalukku, mengatakan, ada 63 anak didiknya saat ini berada di tenda pengungsian karena ikut orang tuanya.

Lebih dua minggu, pascabanjir bandang yang terjadi pada Kamis (28/2) lalu, aktivitas belajar mengajar di SD Sama terhenti.

Ia mengatakan, ada sembilan murid kelas enam yang seharusnya akan mengikuti ujian akhir sekolah pada bulan depan (April), juga tengah berada di pengungsian dan tidak bisa mengikuti aktivitas belajar.

Walaupun SD Sama tidak mengalami kerusakan berarti saat banjir bandang menerjang kawasan itu, namun karena seluruh warga di kawasan itu mengungsi, termasuk para guru dan murid sehingga aktivitas belajar di sekolah tersebut tidak bisa dilaksanakan.

"Jadi, aktivitas belajar mengajar bisa dikatakan lumpuh karena guru dan seluruh murid semuanya mengungsi. Hanya pagar yang rusak sementara ruang kelas tidak terlalu terdampak saat terjadinya banjir bandang itu," tutur Suardi.

Sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 273 jiwa yang didominasi anak-anak dan perempuan mengungsi dari rumah-rumah mereka di Dusun Sama karena khawatir akan terjadi longsor, pascabanjir bandang menerjang kawasan itu, pada Kamis (28/2).

Pada saat banjir bandang tersebut sebanyak lima rumah warga Dusu Sama hilang terseret air.

Kemudian, pascabanjir bandang tersebut, warga kembali panik setelah adanya retakan di kawasan perbukitan yang mengelilingi Dusun Sama.

Akhirnya, pada Kamis (7/3) warga Dusun Sama mengungsi di Kantor Lurah Bebanga Kecamatan Kalukku selama tiga hari namun setelah masa tanggap darurat berakhir pada Minggu (10/3) warga akhirnya mencari tempat pengungsian sendiri setelah menolak dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Hingga saat ini, warga Dusun Sama bertahan dan membuat tenda darurat di Dusun Gentungan Kecamatan Kalukku atau berjarak sekitar satu kilometer dari kawasan pemukiman mereka. 

Baca juga: Pengungsi perbukitan retak Mamuju butuhkan bantuan pemerintah
Baca juga: Murid SD Sama belajar di tenda darurat
Baca juga: Pengungsi di Mamuju bersikukuh tidak akan pulang

Pewarta: Amirullah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar