counter

BMKG: Waspadai gelombang tinggi di sejumlah wilayah

BMKG: Waspadai gelombang tinggi di sejumlah wilayah

Ilustrasi - BMKG menyampaikan peringatan dini kondisi cuaca buruk potensi hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan di sejumlah wilayah Lampung pada Sabtu hingga Minggu (16-17/3) pagi. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-BMKG)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosifika (BMKG) memberikan peringatan dini gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada Selasa (19/3) hingga Jumat (22/3).

"Terlihat ada siklon tropis Savannah di Samudera Hindia di barat daya Lampung dan siklon tropis Trevor di Laut Karang di selatan Papua Nugini," kata Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain dua siklon tropis tersebut, ia mengatakan juga terdapat pola tekanan rendah di Samudera Hindia di selatan Nusa Tenggara Timur dan di Samudera Pasifik di timur Filipina.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan Nusa Tenggara Timur, perairan Kepulauan Selayar-Sabalana, perairan Kepulauan Tanimbar-Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku.

"Kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," tutur Taufan.

BMKG meminta masyarakat yang berada di beberapa wilayah untuk berhati-hati terhadap kemungkinan terkena gelombang tinggi. Beberapa wilayah yang diperkirakan terjadi gelombang dengan ketinggian sedang, yaitu perairan utara Sabang, perairan Sabang-Banda Aceh, perairan barat Aceh, perairan Enggano-Bengkulu, Samudra Hindia sebelah barat Aceh.

Selain itu, perairan di selatan Kupang-Pulau Rote, Selat Sape dan Selat Sumba, Laut Sawu bagian utara, Laut Timor selatan NTT, Laut Natuna Utara, perairan utara Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, perairan selatan Kalimantan.

Gelombang ketinggian sedang juga diperkirakan terjadi di Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur-Kepulauan Kagean, Laut Sumbawa, perairan utara Sumbawa hingga Flores, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sabalana-Kepulauan Selayar, perairan Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian barat hingga timur, perairan Amamapere-Agats.

Selain itu, Laut Sulawesi, perairan timur Bitung, perairan selatan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua, dan Teluk Cendrawasih bagian barat.

Wilayah yang kemungkinan terkena gelombang tinggi, antara lain perairan barat Kepulauan Nias hingga Mentawai, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung.

Selain itu, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia bagian selatan Jawa hingga NTT, perairan barat Yos Sudarso, Laut Arafuru bagian timur, perairan utara Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, dan Samudra Pasifik.

"Harap memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter," katanya.

Kapal tongkang juga harus memperhatikan risiko terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Kapal feri juga harus memperhatikan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sedangkan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau kapal pesiar harus waspada dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada," kata Taufan.
 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG: Juli 2019 bulan terpanas dalam 100 tahun terakhir

Komentar