counter

IBL

Tanpa Jamarr, Satria Muda tak punya pilihan selain berjuang

Tanpa Jamarr, Satria Muda tak punya pilihan selain berjuang

Kapten Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Dikania Wisnu (kedua kanan), menyalami lawannya dari NSH Jakarta selepas memenangi partai semifinal ketiga IBL 2018-2019 pada 10 Maret 2019. (instagram.com/smpertamina)

Jakarta (ANTARA) - Satria Muda Pertamina tak punya pilihan selain berjuang keras dalam rangkaian partai final IBL 2018-2019 melawan Stapac Jakarta, meskipun dihadapkan pada kondisi tak ideal oleh absennya salah satu pilar, Jamarr Andre Johnson, karena cedera achilles.

Kapten Satria Muda Arki Dikania Wisnu mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama timnya berada dalam situasi seperti ini, yang sudah didera dan berhasil ditaklukkan saat susah payah melewati NSH Jakarta dengan skor 2-1 pada semifinal.

"Apa pun yang terjadi ya tetap berjuang aja," kata Arki selepas mengikuti sesi latihan di GOR BritAma Arena, Jakarta, Rabu.

"Di semifinal juga gitu kan, kita udah menang 1-0, terus tiba-tiba Jamarr cedera, kemudian mereka bisa menang gim kedua dan di gim ketiga walaupun tanpa dia kita tetap berjuang," ujarnya menambahkan.

Satria Muda akhirnya mencapai final usai menang 2-1 (81-62, 73-81, 72-48) untuk berhadapan dengan Stapac.

Hal itu, lanjut Arki, menjadi bukti betapa Satria Muda bisa mematahkan prediksi banyak pihak yang memperkirakan mereka tak akan mencapai final karena terseok-seok pada musim reguler dengan catatan sembilan kemenangan dan sembilan kekalahan (9-9).

Kini dengan kondisi tanpa Jamarr di tengah lapangan, Arki menegaskan bahwa semua pemain yang ada dalam roster Satria Muda harus bisa meningkatkan level permainan demi mengisi lubang yang ditinggalkan pemain naturalisasi ini.

"Semua pemain harus step up, jangan step down," kata Arki.

"Bukan cuma Dior (Lowhorn), bukan cuma starting five, semuanya harus step up," ujarnya menambahkan.

Sang pelatih, Youbel Sondakh, juga sempat meyakini timnya dihuni pemain-pemain berkualitas yang akan bisa mengatasi ketimpangan absennya Jamarr.

"Tentu saja tanpa Jamarr berpengaruh, tapi di sisi lain itu juga jadi kesempatan buat pemain-pemain lokal bersinar," kata Youbel di sela-sela jumpa pers menjelang final di Jakarta, Selasa (19/3).

"Yang namanya final, semua cara akan kami lakukan buat dapat hasil terbaik. Saya yakin pemain-pemain lain akan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jamarr," kata dia melengkapi.

Keyakinan Arki dan Youbel akan dibawa ke panggung penghakiman pada rangkaian partai final yang kembali menggunakan format best of three atau tim dengan dua kemenangan berhak jadi juara.

Setelah laga pertama rampung dilangsungkan di BritAma Arena pada Kamis (21/3), dua hari berselang pertandingan kedua bakal diboyong ke GOR C'Tra Arena, Bandung.

Lantas jika dibutuhkan, maka laga ketiga akan kembali digelar di C'Tra Arena pada Minggu (24/3).

Baca juga: Satria Muda lolos ke semifinal IBL 2018-2019

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar