Budayakan kemandirian, warga desa di Kalsel dilatih pertanian hidroponik

Budayakan kemandirian, warga desa di Kalsel dilatih pertanian hidroponik

Peserta pelatihan bertani dengan sistem hidroponik dan beternak bebek jenis Mojosari yang diselenggarakan industri semen merk Tiga Roda PT Indocemen Tunggal Prakarsa (ITP) Pabrik Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, Kamis (21/02/2019). (FOTO ANTARA/HO-Antaranews Kalsel/ist/imm).

Tanaman hidroponik ini mudah dan gampang dikembangkan, medianya bisa dari "rockwool", kapas, dan lainnya, kemudian air yang diberi nutrisi, jadi tanpa harus ke sawah atau ladang ibu-ibu sudah bisa bertani, hasilnya bisa dipakai untuk keperluan sendir
Kotabaru (ANTARA) - Warga desa di Kabupataten Kotabaru, Kalimantan Selatan, diberikan pelatihan bertani dengan sistem hidroponik dan peternakan bebek guna membudayakan hidup mandiri sebagai wujud kepedulian pihak swasta 

"Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) sebagai wadah percontohan kepada warga desa mitra," kata pejabat Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk, Pabrik Tarjun, Kalimantan Selatan, H Teguh Iman Basuki Wibowo,, di  Kotabaru, Kamis.

Melalui program CSR, kata dia, industri semen merk Tiga Roda itu terus berkomitmen mengajarkan hidup mandiri kepada warga desa binaan dengan memberikan pelatihan bertani dan program peternakan bebek jenis Mojosari.

Sedangkan CSR Section Head PT.ITP, Nor Imansyah menambahkan, tujuan pelatihan ini adalah menularkan pengetahuan mengenai pertanian hidroponik dan peternakan bebek.

Kepada peserta bidang pertanian dilatih cara dan tehnik budi daya tanaman hidroponik, khususnya sayur sawi dan kangkung.

"Tanaman hidroponik ini mudah dan gampang dikembangkan, medianya bisa dari rockwool, kapas, dan lainnya, kemudian air yang diberi nutrisi, jadi tanpa harus ke sawah atau ladang ibu-ibu sudah bisa bertani, hasilnya bisa dipakai untuk keperluan sendiri atau dijual," katanya.

"Sedangkan untuk beternak bebek peserta dilatih cara efektif," tambahnya.

Kepada peserta yang sudah dilatih, katanya, diharapkaan bisa mengembangkan ilmu yang sudah diperoleh, mengaplikasikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, sehingga nantinya bisa menumbuhkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) baru di masyarakat sekitar pabrik Indocement.

Kepala Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat CSR PT ITP Pabrik Tarjun, I Wayan Kedep menjelaskan, penyampaian materi berkaitan dengan pengenalan hidroponik, jenis-jenisnya, cara bertanam, dan peluang usaha hidroponik.

Materi yang diberikan kepada peserta tentang beternak bebek di antaranya membuat kandang yang bagus, pemilihan bibit, kesehatan pakan, mengetahui umur, pasca panen hingga analisa usaha juga pemasaran.

“Kemampuan peserta menyerap materi pelatihan cukup bagus dan mereka antusias. Hal ini tampak terlihat dari komunikasi aktif dan tanya jawab antara peserta dan instruktur, bahkan semangat mereka cukup bagus,” katanya.

Menurutnya, materi yang diberikan cukup mudah diaplikasikan di lingkungan tempat tinggal peserta

Salah satu peserta dari Desa Langadai, Siti Raudah, menyatakan bahwa pelatihan itu sangat bermanfaat.

"Kami yang sebelumnya tidak tau cara menanam sawi dengan hidroponik sekarang kami sudah paham, dan ini sangat cocok untuk dilaksanakan di rumah tempat tinggal masing-masing. Teman-teman yang lain yang sebelumnya tidak mengerti cara beternak bebek, sekarang menjadi lebih mengerti," katanya.

Selain memberikan bekal ilmu melalui pelatihan, manajemen PT ITP juga memberikan bantuan modal untuk untuk mengaplikasikan teori yang sudah diterima selama pelatihan-pelatihan.

Sementara itu, pelatihan bertani dengan sistem hidroponik dan beternak bebek ini diukuti 65 orang peserta yang berasal dari Desa Tarjun dan Langadai, sebagai desa binaan.

Baca juga: Indocement tanam 10.000 bibit mangrove

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Eksistensi satuan pengamanan dalam menjaga lingkungan yang kondusif

Komentar