counter

Kemenkominfo: Bangun kesadaran penggunaan dunia maya untuk atasi hoaks

Kemenkominfo: Bangun kesadaran penggunaan dunia maya untuk atasi hoaks

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangerapan memberikan kata sambutan dalam acara Asia Mayors Forum "Future Cities: Shifting Toward 4.0 Mega Trends" di BSD, Kamis (21/3/2019). (ANTARA/M Razi Rahman)

Jakarta (ANTARA) - Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengingatkan pentingnya membangun kesadaran penggunaan dunia maya di tengah warga, terutama untuk mengatasi hoaks.

"Kita belum membangun kesadaran ruang 'cyber' di masyarakat, ini menimbulkan mudahnya warga termakan hoaks," kata Samuel Pangerapan dalam acara diskusi Asia Mayor Forum "Future Cities: Shifting Toward 4.0 Mega Trends" di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis.

Menurut Samuel, salah satu indikasi dari warga yang belum benar-benar terbangun kesadarannya akan ruang siber adalah masih adanya keteledoran dalam meninggalkan jejak password yang tidak aman setelah penggunaan internet sehingga masih terjadinya fenomena pembajakan akun media sosial.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah bersinergi dengan berbagai pihak juga harus dapat membangun kesadaran dan menghidupi ruang siber dengan baik, sekaligus mempersiapkan anggota masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, juga agar berbagai kalangan masyarakat juga dapat lebih menikmati kemajuan teknologi yang sedang berkembang saat ini di tengah era Revolusi Industri 4.0.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mensosialisasikan pentingnya menjaga keamaan siber (cyber security) bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar sebagai anggota bursa.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Jakarta, 24 Januari, mengatakan, sosialisasi tersebut ditujukan untuk menekankan pentingnya mengetahui kondisi terkini terkait keamanan siber bagi perusahaan, terutama yang bergantung pada keamanan sistem teknologi informasi yang baik.

Inarno dalam acara bertajuk "Cybersecurity in a Digital 4.0 Ecosystem" memaparkan, beberapa hal yang termasuk "cyber attack" yaitu pencurian maupun pengambilalihan akses secara ilegal atas komputer, laptop, tablet, maupun perangkat seluler yang dimiliki perusahaan, serangan ke sistem teknologi informasi dan situs dari jarak jauh, hingga pencurian informasi perusahaan di layanan "cloud".

"Dengan mengetahui bahaya dari cyber attack, perusahaan dapat lebih mempertimbangkan peningkatan keamanan dunia maya serta menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan," kata Inarno.

Keamanan siber memang telah menjadi isu prioritas seluruh negara di dunia semenjak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, hukum, organisasi, kesehatan, pendidikan, budaya, pemerintahan, keamanan, pertahanan, dan lain sebagainya.Baca juga: Menkominfo apresiasi penggunaan aplikasi digital Nelayan Nusantara

Baca juga: Kemkominfo-KPU gencarkan sosialisasi jelang pemilu

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar