Anjing pelacak temukan 19 jenazah korban banjir di Sentani

Anjing pelacak temukan 19 jenazah korban banjir di Sentani

Salah satu jenazah korban banjir yangdievakuasi setelah ditemukan anjing pelacak di kawasan Sentani,Kamis (21/3). (Dok.Humas Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Anjing pelacak atau K 19 yang diterjunkan membantu mencari korban banjir bandang di sekitar Sentani, Kabupaten Jayapura, berhasil menemukan 19 jenazah.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, mengatakan sejak diterjunkan Selasa (19/3) 15 ekor anjing pelacak termasuk enam bantuan Mabes Polri sudah menemukan 19 jenazah termasuk tiga jasad di antaranya ditemukan Kamis (21/3).

Saat ini tercatat 105 jenazah sudah ditemukan dan 90 di antaranya dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi oleh tim dvi Polda Papua.

Dari jumlah tersebut 61 jenazah diantaranya sudah diserahkan ke keluarga setelah teridentifikasi, kata Kamal.

Dia mengatakan, banjir bandang yang terjadi Sabtu (15/3) menyebabkan 300 an rumah rusak berat yang tersebar di lima distrik yakni Distrik Sentani meliputi Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo, Sentani Kota, Yahim dan Sereh, Distrik Waibu di Kampung Doyo Baru.

Kemudian Distrik Sentani Barat di Kampung Kertosari, Distrik Ravenirara di Kampung Yengu Dosoyo dan Distrik Depapre.

Banjir bandang menyebabkan 915 orang luka-luka termasuk 107 orang diantaranya luka berat.

Sedangkan masyarakat yang terdampak tercatat sebanyak 11.725 orang, kata Kombes Kamal.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar