counter

Ribuan warga jemput kedatangan jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy

Ribuan warga jemput kedatangan jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy

Karangan bunga Kapolri Jenderal Tito Karnavian ucapan duka cita terpasang di depan orangtua Bharatu (Anumerta) Aldy di RT 12 Kelurahan Nunukan Timur samping Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan.

Nunukan (ANTARA) - Kedatangan jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy yang gugur saat tugas di Nduga, Papua, di kampung halamannya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dijemput ribuan warga di Pelabuhan Tunon Taka hingga rumah orangtuanya.

Penjemputan jenazah dipimpin langsung Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Jumat (22/3) sekira pukul 10.10 wita menggunakan kapal cepat dari Kota Tarakan.

Triwantoro menyampaikan, sambutan warga di daerah itu teehadap jenazah putra daerah Kabupaten Nunukan sangat wajar.

Keranda jenazah Bharatu (Anumerta) Aldi dihantar secara militer oleh anggota kepolisian dan TNI hingga ke rumah orangtuanya.

Demi penghormatan terakhir kepada almarhum perkantoran dan sekolah di Kabupaten Nunukan dipulangkan lebih awal.

Pantauan di lokasi penjemputan di dermaga Pelabuhan Tunon Taka hingga rumah orangtuanya kiri kanan disesaki warga.

Seperti yang diutarakan salah seorang siswa SMAN 1 Nunukan bahwa dipulangkan lebih awal untuk menjemput jenazah almarhum.

Siswa ini mengatakan, almarhum adalah alumni SMKN 1 Nunukan 2016.

Penghargaan terhadap almarhum sebagai putra daerah yang gugur di medan tugas negara di Kabupaten Nduga Papua, Pemkab Nunukan memgajak seluruh warga untuk berbondong-bondong melayat di rumah orangtua hingga pemakaman.

Almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nunukan setelah sholat Jumat.

Jenazah almarhum tiba di rumah orangtuanya di RT 12 samping Pelabuhan Tunon Taka Kelurahan Nunukan Timur sekira pukul 10.40 wita. ***2***

Baca juga: Anggota Brimob tertembak saat kontak senjata dengan KKSB

Baca juga: Anggota Brimob tertembak KKSB dirujuk ke Jakarta

Pewarta: Rusman
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar