counter

Metropolitan

Anies inginkan keterpenuhan kebutuhan fundamental

Anies inginkan keterpenuhan kebutuhan fundamental

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan saat meninjau Kabupaten Kepulauan Seribu. (Antara News/Fianda Rassat)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan inginkan keterpenuhan kebutuhan fundamental sebagai fondasi utama menuju pembangunan berkualitas.

Hal itu disampaikan Anies saat membuka rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jumat.

"Apa kebutuhan dasar kita? Antara lain air, konektivitas, penanganan limbah, kesehatan. Kalau hal-hal yang paling mendasar itu beres, maka yang lainnya bisa tumbuh, Tapi kalau hal mendasar ini tidak beres, maka PR (pekerjaan rumah) kita akan selalu bertambah," ujar Anies di Ruang Rapat Kantor Bupati Kepulauan Seribu.

Hal itu disampaikan Anies karena masalah fundamental tersebut masih menjadi isu utama di Kepulauan Seribu.

Dia menyebut parameter pembangunan berkualitas adalah pembangunan yang merata, namun ketika pembangunan itu tidak merata, maka pembangunan itu tidak berkualitas.

"Karena seringkali DKI tumbuh pesat, kotanya tumbuh, kabupatennya terseok-seok," ujarmya.

Gubernur Jakarta itu berharap perencanaan tahun ini bisa lebih fokus untuk memahami letak permasalahannya.

"Saya berharap nanti kita bisa membuat kebutuhan mendasar yang ada di Kepulauan Seribu dituntaskan sesegera mungkin," ujarnya.

Anies menyebut Musrenbang sebagai proses untuk mendapatkan aspirasi, ide, gagasan, harapan yang nantinya diolah menjadi rencana pembangunan.

Dia berharap dalam pertemuan itu bisa mencari hal-hal yang terkait dengan kegiatan strategis daerah, sekaligus mencari solusi untuk masalah yang ditemukan di dalam masyarakat.

Rapat Musrenbang tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat antara lain Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Bupati Pulau Seribu Husain Murad, Kepala Bappeda DKI Jakarta Sri Mahendra, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar