counter

Sepanjang 232 kilometer jalur kereta api Sumbar belum beroperasi

Sepanjang 232 kilometer jalur kereta api Sumbar belum beroperasi

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri usai peresmian jalur kereta api Pariaman-Naras oleh Menteri Perhubungan di Pariaman, Sumbar, Jumat (22/3). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyebutkan sepanjang 232 kilometer dari 304 kilometer jalur kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) belum beroperasi.

"Saat ini baru 72 kilometer jalur kereta api yang beroperasi di Sumbar," kata dia usai peresmian jalur kereta api Pariaman-Naras oleh Menteri Perhubungan di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan semenjak beberapa tahun lalu pihaknya membuat program untuk pengaktifkan 213 jalur kereta api di Sumbar yang mana saat ini telah teralisasi 27 kilometer.

Pengaktifan pertama yaitu jalur kereta api dari Lubuk Alung ke 2x11 Kayu Tanam sedangkan yang kedua yaitu jalur Pariaman ke Naras.

Ia menyampaikan selain mengaktifkan jalur kereta api wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman tahun ini pihaknya juga mengaktifkan jalur kereta api Kota Padang ke Pulau Air dengan panjang lintasan tiga kilometer.

"Oleh karena itu kami meminta dukungan semua pihak agar dapat selesai dan dioperasikan tepat waktu," katanya.

Saat peresmian jalur kereta api ke Naras tersebut pihaknya juga mengintegrasikan jadwal tiga lintas pelayanan kereta api yaitu Kereta Api (KA) Sibinuang, KA Lembah Anai, dan KA Minangkabau Ekspres.

"KA Lembah Anai yang sebelumnya hanya sampai Stasiun Lubuk Alung sekarang sampai ke duku begitu juga Sibinuang yang sebelumnya hanya sampai Pariaman kini sudah bisa sampai Naras," ujarnya.

Pihaknya juga tetap menarapkan subsidi sehingga tarif untuk KA Lembah Anai tetap Rp3 ribu, sedangkan Sibinuang juga sama seperti sebelumnya yaitu Rp5 ribu, dan KA Minangkabau Ekspres Rp10 ribu.

Ia mengakui bahwa pihaknya masih mengalami permasalahan teknis yaitu kereta api bergigi untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api Kayu Tanam ke Bukittinggi.

"Kami masih mencari jalan keluarnya," kata dia.

Ia mengatakan jika permasalahan kereta api bergigi itu selesai maka jalur Kayu Tanam dengan Bukittinggi dapat dioperasikan kembali.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan dengan dibangun stasiun dan pengaktifan jalur kereta api maka dapat mengerakkan sektor ekonomi.

"Oleh karena saya ucapkan terimakasih," ujar dia.

Ia mengatakan pengakatifan jalur kereta api di Sumbar sudah ditunggu sejak lama namun baru terealisasi mulai dari KA Minangkabau Ekpres hingga kereta lainnya.

Baca juga: Sumbar akan bangun jalur KA Solok-Padang

Baca juga: Menteri BUMN dorong reaktivasi jalur KAI disegerakan

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Memperkenalkan seluk beluk kereta api kepada pelajar Sumbar

Komentar