counter

Pemkot Solok bakal bedah 162 rumah tak layak huni

Pemkot Solok bakal bedah 162 rumah tak layak huni

Ketua GOW Kabupaten Solok, Dahliar Yulfadri Nurdin menyerahkan bantuan bedah rumah kepada masyarakat di Nagari Saok Laweh. (Antara/ Tri Asmaini) (Antara/ Tri Asmaini/)

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, akan membedah 162 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik masyarakat tidak mampu melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2019.

"Program bedah rumah ini untuk mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah dalam mewujudkan impiannya memiliki rumah layak huni," ujar Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Solok, Refendi, di Solok, Jumat.

Ia menyebutkan 162 unit rumah yang akan dibedah tersebar di empat kelurahan, diantaranya Kelurahan Aro IV Korong, Pasar Pandan Airmati (PPA), serta Kampung Jawa, masing-masing sebanyak 40 rumah, dan Kelurahan Laing 42 rumah.

"Besaran bantuan yang diterima masing-masing warga tahun 2019 ini sebesar Rp17,5 juta. Rp15 juta berupa material bangunan dan sisanya untuk upah tukang," lanjutnya.

Sementara pada tahun 2018, program RTLH terealisasi sebanyak 109 unit dari 112 unit rumah yang ditargetkan, karena sejumlah warga yang mendapatkan bantuan tidak sanggup membayar upah pekerja.

Sistem bantuan bedah rumah yang diberikan pemerintah tidak sepenuhnya 100 persen. Masyarakat yang menerima bantuan harus mempunyai swadaya atau modal, tenaga sendiri agar mempercepat percepat pembangunan.

"Tahun lalu pemerintah hanya membelikan material bangunan saja senilai Rp15 juta, sedangkan upah tukang ditanggung oleh penerima bantuan," sebutnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan menggunakan rumah yang telah layak huni dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup sehingga lebih nyaman.

Salah satu penerima bantuan, Arcis (45) merasa sangat terbantu dengan program tersebut. Sebelumnya tempat tinggal Ia dan tiga orang anaknya hanyalah rumah kayu, kini sudah berubah menjadi rumah permanen.

"Biaya pendidikan saat ini juga cukup besar, belum lagi buat beli peralatan sekolahnya seperti uang beli buku dan jajannya sehari-hari, jadi tidak ada uang untuk memperbaiki rumah," ujarnya. 

Baca juga: PUPR perbaiki 206 ribu rumah tidak layak huni
Baca juga: Perbaikan ratusan rumah warga perbatasan Indonesia-Malaysia
Baca juga: Dana Rp2,8 miliar dialokasikan bantu rumah tidak layak huni di Madiun-Jatim

 

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NU Care Lazisnu bedah rumah disabilitas

Komentar