counter

Ini pembagian klaster pelayanan kesehatan bagi korban banjir Sentani

Ini pembagian klaster pelayanan kesehatan bagi korban banjir Sentani

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai (Antaranews Papua/Musa Abubar)

Untuk MCK yang dibangun PU sekitar 17 unit di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura sudah siap namun masih terkendala air,
Jayapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua membagi pelayanan kesehatan kepada korban banjir Sentani, Kabupaten Jayapura, per sub klaster.

Kepala Dinkes Papua, Aloysius Giyai di Jayapura, Jumat, mengatakan pelayanan kesehatan kepada korban banjir bandang Sentani dibagi menjadi 10 sub klaster.

Sub klaster pertama, sub Klaster Data dan Informasi, sub klaster kedua, sub Klaster pelayanan kesehatan, sub klaster ketiga sub klaster kesehatan lingkungan, sub klaster keempat, sub klaster Kesehatan Reproduksi.

Selanjutnya, sub klaster kelima yaitu sub klaster Kesehatan Jiwa, sub klaster klaster keenam yakni sub klaster DVI (Dok Pol), tujuh Sub Klaster Kesehatan Gizi, delapan Sub Klaster Promotif, sembilan, sub klaster Obat Bencana, sepuluh sub klaster Surveilans.

Mantan Direktur RSUD Abepura ini menjelaskan, sub Klaster Pelayanan Kesehatan dilakukan oleh 248 relawan yang terbagi atas sembilan dokter sepesialis, 37 dokter umum, 134 perawat, 10 bidan, 42 farmasi, 65 tenaga gizi dan beberapa tenaga evakuasi, supir, sanitarian dan analis kesehatan.

Sub Klaster Kesehatan Lingkungan Untuk Sub Klaster Kesehatan lingkungan bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Makassar melakukan Assesment di enam wilayah pengungsian untuk melihat sanitasi MCK dan kesehatan lingkungan lainnya dan mendapatkan data bahwa seluruh MCK yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pengungsian.

"Untuk MCK yang dibangun PU sekitar 17 unit di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura sudah siap namun masih terkendala air," katanya.

Sub Klaster Kesehatan Reproduksi melaksanakan pelayanan ke pengungisan di gunung merah guna mengecek ibu hamil dan ibu nifas bersama mahasiswa kebidanan poltekes.

"Dari pengecekan yang dilakukan ditemukan satu ibu nifas saat kunjungan ke gedung pengungsian di Gunung Merah," ujarnya.

Kemudian, sub Klaster Kesehatan Jiwa Pada sub klaster ini melaksanakan pelayanan trauma healing kepada pengungsi yang berada di Gunung Merah bersama mahasiswa perawat dari Poltekkes.

Sub Kalster DVI ditangani langsung oleh dokter polisi. Sub Klaster Kesehatan Gizi, petugasnya melakukan bantuan tenaga ke dapur umum posko induk dan posko di lapangan serta melakukan pelayanan gizi di posko Gunung Merah.

Selain itu, menurut mantan Kepala Puskesmas Koya ini, menyediakan PMT bagi balita dan ibu hamil kepada pasien.

Ia menambahkan, sub klaster promotif Sub Klaster Obat Bencana, pada sub klaster ini melaksanakan kegiatan penguatan ketersediaan obat. Terakhir, sepuluh klaster Surveilans. Pada sub klaster ini, dilakukan pendataan kasus-kasus penyakit korban banjir Sentani.

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar