counter

Ribuan orang terjebak di Mozambik setelah topan menerjang

Ribuan orang terjebak di Mozambik setelah topan menerjang

Warga yang terkena dampak Topan Idai berjalan di tanah banjir di distrik Buzi di luar Beira, Mozambik, 21 Maret 2019. (Reuters/Siphiwe Sibeko)

Johannesburg, Afrika Selatan (ANTARA) - Ribuan korban masih terjebak di desa yang terendam air di Mozambik beberapa hari setelah Topan Idai memasuki daratan, sehingga menciptakan krisis besar kemanusiaan, kata beberapa kelompok bantuan pada Kamis (21/3).

"Tim pertolongan kami saat ini sedang bekerja sama dengan Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan, yang telah mengirim helikopter dan pilot ke Mozambik," kata Dr. Imtiaaz Sooliman, Pendiri Yayasan Gift of the Givers, kepada Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Ia mengatakan anggota tim pertolongannya mengeluarkan korban dari daerah yang kebanjiran ke dalam helikopter.

"Sembilan-puluh persen Beira telah terpengaruh, dan kerusakan parah prasarana terjadi, diperkirakan ada korban jiwa dan ribuan orang sedang menanti pertolongan di Bizo dan sekitarnya," kata Sooliman.

Topan Idai memasuki daratan di Kota Beira, Mozambik, Kamis lalu (14/3) dengan kecepatan angin sampai 177 kilometer per jam, dan menewaskan beberapa orang di Mozambik serta tetangganya, Zimbabwe.

Stasiun televisi di Afrika Selatan menayangkan gambar korban yang terjebak sedang diselamatkan dari desa dan satu stadion.

"Kami telah mengerahkan 40 ahli pertolongan di air untuk kegiatan ini. Lebih banyak orang lagi bersiaga," kata Sooliman dalam pernyataan terpisah yang dikirim kepada Kantor Berita Anadolu.

"Apa yang kami ketahui sejauh ini ialah Beira dulu menjadi tempat tinggal 500.000 orang tapi 90 persen prasarana di sana telah rusak," kata James Kambaki dari kelompok bantuan Dokter Tanpa Perbatasan, kepada Anadolu pada Kamis.

Kambaki mengatakan organisasinya telah mengirim satu tim personel media ke Beira untuk menilai keadaan sebelum yang lebih besar dapat dikerahkan.

Gambar udara yang dilihat oleh koresponden Anadolu dari beberapa bagian Mozambik memperlihatkan banyak rumah dan desa terendam air.

Pemerintah di Malawi menyatakan sedikitnya 56 kematian dan 577 orang yang cedera telah dicatat akibat hujan lebat.

Sementara itu, Presiden Mozambik Filipe Nyusi pada Senin mengatakan ia menduga jumlah korban jiwa akibat tanah longsor yang disebabkan oleh Topan Idai dapat mencapai tak kurang dari 1.000. Tapi hingga Selasa, 84 kematian telah dikonfirmasi.

Menurut pernyataan PBB dan media lokal, puluhan ribu korban telah kehilangan rumah mereka, sementara tanaman direndam air dan jalan telah rusak di seluruh Mozambik, Malawi dan Zimbabwe.

Gift of the Givers juga memberi bantuan dan misi pertolongan di Zimbabwe serta Malawi.

Baca juga: Lebih 1.000 orang dikhawatirkan tewas akibat Topan Idai di Mozambik

Sumber: Anadolu Agency

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar