counter

Pertamina MOR VII baksos dukung Indonesia bebas TBC

Pertamina MOR VII baksos dukung Indonesia bebas TBC

Pjs General Manager Pertamina MOR VII, I Ketut Permadi Aryakuumara, disela pelaksanaan bakti sosial mendukung menuju Indonesia bebas penyakit Tuberculosis (TBC) di kantor pertamina setempat, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/3/2019). Foto/HO/Humas Pertamina.  (-)

Makassar (ANTARA) - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi mendukung Indonesia bebas penyakit Tuberculosis (TBC) dengan menggelar berbagai kegiatan bakti sosial (baksos) di kantor pertamina setempat.

"Kegiatan ini sejalan dengan target yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  yakni pada 2030 mendatang insiden TBC menurun 80 persen. Pada 2050 tidak ada lagi kasus baru TBC,"  kata Pjs General Manager Pertamina MOR VII, I Ketut Permadi Aryakuumara, di Makassar, Jumat.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai kepedulian pertamina dan dibuka untuk masyarakat umum guna mendeteksi penyakit paru seperti TBC. Bila memang ada peserta yang terdeteksi penyakit segera dilakukan tindakan pengobatan.

Selain itu, acara tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dalam rangka menyambut Hari TBC Sedunia yang diperingati pada 24 Maret 2019. Setelah senam dilanjutkan Talk Show TBC, dan diakhiri screening paru gratis bagi peserta.

TBC merupakan penyakit menular langsung yang ditularkan antarmanusia lewat semburan dahak atau udara. TBC, kata Permadi, adalah penyakit pembunuh nomor tiga tertinggi di Indonesia, setelah stroke dan jantung.

"Penyakit TBC ini sebenarnya bisa disembuhkan asal pasien mengonsumsi obat secara teratur," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Selatan, Dr H Bachtiar Baso pada kesempatan itu menjelaskan, penyakit TBC bisa disembuhkan asalkan penderita disiplin. Bila penderita tidak rutin meminum obat secara teratur bisa jadi TBB latent dan resisten.

"Kalau resisten obatnya semakin banyak yang diminum dan lama pengobatan juga bertambah. Belum lagi reaksi dari obat TBC resisten lebih berat dibandingkan obat TBC biasa," ujarnya.

Di Sulsel, menurut Bachtiar, masih masuk dalam sepuluh besar provinsi dengan jumlah pengidap penyakit TBC terbanyak di Indonesia, sehingga diperlukan kegiatan lanjutan seperti screening paru dilaksanakan pertamina sebagai wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang sangat spesifik dan bisa berdampak langsung.

Selain berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan cara pencegahan terhadap mikrobakteria Tuberculosis yang menyerang paru-paru, juga dilakukan peningkatan pemahaman terhadap bahaya mikrobakteria Tuberculosis agar masyarakat dapat mendeteksi sejak dini penyakit TBC.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Norma K3 Dinas Tenaga Kerja Sulsel, Giawan Lussa mengapresiasi komitmen Pertamina MOR VII yang melibatkan seluruh tenaga kerja yang berada di lingkungan bisnisnya.

Selain tetap meningkatkan kualitas kesehatan dengan peduli, juga ikut berpartisipasi terhadap pengurangan jumlah pengidap penyakit, khususnya TBC.

"Ini menjadi contoh peran aktif perusahaan dalam memperhatikan kesehatan kerja di lingkungan operasionalnya, semoga kegiatan ini dapat dicontohi di lokasi-lokasi lain," kata Giawan.

 

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar