counter

Menko Polhukam: Pemilu serentak menjadi tonggak sejarah

Menko Polhukam: Pemilu serentak menjadi tonggak sejarah

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, di Lapangan Benteng Medan, Jumat, menyalami pasukan gabungan TNI-Polri untuk pengamanan Pemilu 2019 di wilayah Sumatera Utara. (Antara Sumu/Foto Istimewa)

Medan (ANTARA) - Pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak, yakni lima jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan.

"Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan dan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokrasi dan berintegrasi dalam rangka memilih pemimpin nasional," kata Menko Polhukam Wiranto, dalam amanatnya dibacakan Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, di Lapangan Benteng Medan, Jumat.

Hal itu, dikatakan Menko Polhukam pada apel gelar pasukan gabungan TNI-Polri untuk pengamanan Pemilu 2019 di wilayah Sumatera Utara.
Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini, menurut Wiranto, sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

"Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu, yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang objektif dan transparan," ucap dia.

Ia mengatakan, tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peranan TNI-Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Seluruh komponen bangsa dapat mungkin mengarahkan opininya, bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain.

"Namun sejatinya, Pemilu Serentak tahun 2019 untuk memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin.Momen ini harus menjadi ajang untuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan mempimpin nasional," ungkap dia.

Wiranto juga menyebutkan, bahwa penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan mengghambat kelacaran penyelenggaraannya.

Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul di setiap daerah.

"Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan, serta ketertiban masyarakat," katanya.

Dalam gelar pasukan pengamanan Pemilu 2019, turut hadir Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Danlantamal I Laksma TNI Ali Triswanto, Pangkosekhanudas III Marsma TNI Djhon Amarul, Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh W, Kasdam I/BB Brigjen TNI Hassanudin, dan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz`Kusin Dwihananto.

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar