counter

Wall Street ditutup turun tajam, saham Nike dan Boeing anjlok

Wall Street ditutup turun tajam, saham Nike dan Boeing anjlok

Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Amerika Serikat (REUTERS/Brendan McDermid) )

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street turun tajam pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena data ekonomi suram dari negara-negara utama Eropa dan prospek Federal Reserve (Fed) yang berhati-hati terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) menyalakan kembali kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 460,19 poin atau 1,77 persen, menjadi berakhir di 25.502,32 poin. Indeks S&P 500 turun 54,17 poin atau 1,90 persen, menjadi ditutup di 2.800,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 196,29 poin atau 2,50 persen, menjadi 7.642,67 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor material dan keuangan masing-masing jatuh 2,99 persen dan 2,77 persen, memimpin penurun. Sementara utilitas naik sekitar 0,7 persen, satu-satunya sektor yang menguat.

Saham Nike menukik lebih dari 6,6 persen pada penutupan, berada di antara saham yang berkinerja terburuk di Dow. Perusahaan pakaian olahraga AS itu melaporkan hasil kuartalan pada Kamis (21/3) malam, dengan pertumbuhan penjualannya di Amerika Utara gagal memenuhi perkiraan.

Saham Boeing jatuh 2,8 persen setelah laporan mengatakan bahwa maskapai penerbangan Indonesia Garuda membatalkan pesanannya untuk 49 pesawat Boeing 737 Max.

Ekonomi zona euro kehilangan momentum lagi pada Maret, hanya berkembang secara moderat karena produsen melaporkan penurunan tertajam mereka selama enam tahun, kata penyedia informasi global IHS Markit pada Jumat (22/3).

Menurut laporan IHS Markit, di Jerman, aktivitas bisnis tumbuh pada tingkat paling lambat sejak Juni 2013 dengan pesanan baru menurun untuk bulan ketiga berturut-turut. Di Prancis, aktivitas bisnis turun untuk ketiga kalinya dalam empat bulan.

Awal pekan ini, Federal Reserve AS juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk 2019. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Dolar sedikit menguat di tengah anjloknya euro

Baca juga: Harga emas perpanjang kenaikan karena ekuitas AS turun tajam

Baca juga: Bursa Spanyol merosot, Indeks IBEX-35 ditutup anjlok 156,20 poin

Baca juga: Bursa Inggris rontok 147,72 poin, saham Standard Chartered anjlok


 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar