counter

Kementan-Pemkab Banyumas lepas ekspor kayu olahan dan gula organik

Kementan-Pemkab Banyumas lepas ekspor kayu olahan dan gula organik

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil (kiri) dan Bupati Banyumas Achmad Husein (dua dari kiri) memotong pita sebagai tanda pelepasan ekspor kayu olahan dan gula organik di Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019). (Foto: Sumarwoto)

Secara konsisten, kita mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas di setiap daerah khususnya produk pertanian, enggak cuma menjamin kesehatan tapi kita juga berikan pelatihan bagi mereka yang ingin menjadi eksportir lewat program Agro Gemilang (Ayo Galakk
Banyumas (ANTARA) - Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melepas ekspor kayu olahan dan gula organik ke sejumlah negara tujuan di Asia, Eropa, dan Amerika.

Komoditas ekspor yang oleh Kepala Barantan Kementan Ali Jamil dan Bupati Banyumas Achmad Husein dilepas di lokasi pabrik milik CV Karya Purabaya, Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Sabtu, terdiri atas 57.672 meter kubik kayu olahan berupa "barecore" senilai Rp7,9 miliar tujuan Tiongkok serta 21 ton gula organik senilai Rp677,76 juta dengan tujuan Rusia dan Brasil.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Barantan Kementan Ali Jamil mengatakan pihaknya ikut mendukung akselerasi ekspor di daerah lewat jaminan kesehatan terhadap produk yang diekspor agar sesuai dengan persyaratan sanitasi dan "phytosanitary" (SPS) negara tujuan.

"Secara konsisten, kita mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas di setiap daerah khususnya produk pertanian, enggak cuma menjamin kesehatan tapi kita juga berikan pelatihan bagi mereka yang ingin menjadi eksportir lewat program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa)," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data, ekspor komoditas pertanian tahun 2018 yang tercatat di Barantan dan dilalulintaskan lewat Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, dan Kantor Pos Besar Purwokerto mencatat berbagai komoditas unggulan dari wilayah layanannya.

Komoditas tersebut di antaranya produk kayu yang ekspornya mencapai 959.945,21 meter kubik atau senilai Rp2,98 triliun, daun ketapang sebanyak 55,37 kilogram seharga Rp55,37 juta, dan gula merah sebesar 892,88 ton yang bernilai Rp35,7 miliar.

"Potensi tersebut tentu masih sangat bisa dinaikkan, tentu harus dibarengi kerja sama yang apik antara pemerintah, dinas terkait, dan para pengusaha di daerah. Barantan mendorong lewat sertifikasi dan program Agro Gemilang," katanya.

Saat ditemui wartawan, Ali Jamil mengatakan pelepasan ekspor kayu olahan dan gula organik tersebut bukan merupakan yang perdana karena sudah dilaksanakan selama dua tahun.

"Tapi ini kita acarakan, maksudnya adalah supaya memberitahu semua khalayak, masyarakat semua, bahwa ini bisa dilakukan, dan tentu bukan hanya produk yang ini. Tadi kita sudah sampaikan, Pak Bupati sudah sampaikan, produk pertanian kita banyak, mau tanaman hortikultura, mau buah, mau sayur, mau tanaman hias, ada semua," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap Puji Hartono mengatakan rata-rata tujuan ekspor komoditas dari wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya adalah Tiongkok, Jepang, Malaysia, Vietnam, Australia, India, Mesir, Algeria, Belanda, Inggris, Amerika, Ekuador, dan Kanada.

Menurut dia, ekspor yang dikirim dari wilayah kerja Karantina Pertanian Cilacap pada awal tahun 2019 tercatat sebanyak 46.511,680 meter kubik kayu olahan senilai Rp144,4 miliar, gula merah sebanyak 70,25 ton bernilai Rp2,8 milar, dan daun ketapang sebanyak 19,5 kilogram senilai Rp19,5 juta.

"Karantina Cilacap siap memberikan pelayanan sertifikasi kesehatan, dan juga bimbingan pelatihan pada calon eksportir baru di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya lewat program Agro Gemilang 2019," katanya.

Terkait dengan ekspor tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku sangat bangga karena banyak potensi nonmigas bidang pertanian di daerahnya yang masih bisa dikembangkan.

Ia mengharapkan para ekportir dan pengusaha lebih giat dan bersemangat lagi dalam memasarkan produk pertanian dan perkebunan khususnya dari wilayah Banyumas dan umumnya dari Jawa Tengah ke mancanegara.

"Saya ingin ekspor dari Kabupaten Banyumas khususnya menjadi penanda bahwa daerah ini memiliki peran yang sangat strategis dalam menambah devisa negara sehingga secara tidak langsung akan menguatkan dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian selatan-barat," katanya.
 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementan: Persiapan lokasi HPS di Sultra capai 60 persen

Komentar