counter

Rakor Komwil Apeksi tekankan sinergisitas antara pemerintah dan swasta

Rakor Komwil Apeksi tekankan sinergisitas antara pemerintah dan swasta

Sekitar 13 kepala daerah di Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-15 yang digelar di Kota Surabaya, Jatim, pada 22-24 Maret 2019. (istimewa)

Kami berharap kepada para pemimpin daerah bisa saling bersinergi dan berkolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat
Surabaya (ANTARA) - Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke-15 yang digelar di Kota Surabaya, Jatim, pada 22-24 Maret 2019 menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat, salah satunya dalam hal tata kelola kota.

"Kami berharap kepada para pemimpin daerah bisa saling bersinergi dan berkolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Apeksi, Jefirstson R. Riwu Kore dalam sambutannya saat pembukaan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV (Rakor Komwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-15 di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, pemerintah daerah adalah unsur paling penting untuk menciptakan tata kelola kota yang baik. Tentunya, lanjut dia, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah harus mengutamakan prinsip-prinsip transparansi, partisipasi, pemberdayaan hukum, dan keadilan, efektif.

Menghadapi persaingan ke depan, kata dia, pemerintah harus mengambil langkah-langkah inisiatif yang mengarahkan sumber daya dan upaya untuk meningkatkan daya saing serta kapasitas dan kapabilitas.

Adapun langkah awal yang diperlukan adalah pemetaan kemampuan daerah, selanjutnya penentuan prioritas, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. "Oleh sebab itu, sinkronisasi, harmonisasi, sangat diperlukan," ujarnya.

Perlu diketahui, Rakor Komwil IV Apeksi ke-15 ini, diikuti oleh 13 kota anggota Apeksi wilayah IV yang terdiri dari Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Bima, Kota Kupang, Kota Mataram dan Kota Denpasar.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya menyampaikan bahwa persaingan ke depan bukan hanya antar-kota di Indonesia, melainkan persaingan global yang berarti antar-kota di seluruh dunia.

Nantinya, lanjut dia, dunia akan menyambut era globalisasi keterbukaan publik pada 2025. Untuk itu, ia berpesan kepada para peserta, agar mengambil langkah-langkah inisiatif untuk meningkatkan potensi wilayah agar bisa bersaing dengan dunia global.

"Saya ingin menyampaikan di forum yang berbahagia ini, kita akan jadi orang yang rugi kalau hari ini sama seperti hari kemarin, kalau hari esok sama seperti hari ini," kata wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar