counter

Fictor Roring mundur dari timnas basket putra

Fictor Roring mundur dari timnas basket putra

Pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia, Fictor Gideon Roring, melayani wawancara selepas kekalahan 65-104 dari Korea Selatan dalam laga penyisihan Grup A Asian Games 2018 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8/2018). (ANTARA News/Gilang Galiartha)

Bandung (ANTARA) - Kabar mundurnya Fictor Roring Gideon dari posisi pelatih kepala tim nasional bola basket putra Indonesia dikonfirmasi oleh Manajer timnas Basket Putra, Fareza Tamrella, pada Minggu malam.

Fictor, yang sejatinya memiliki kontrak menakhodai timnas Basket Putra Indonesia hingga SEA Games 2019 di Filipina nanti, dipastikan mundur karena instruksi Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Syailendra Bakrie, yang menginginkan sang pelatih fokus untuk menangani Pelita Jaya Basketball, tim yang juga diketuai Syailendra.

Fareza mengakui bahwa ia sudah mendapatkan informasi mengenai pergantian kursi pelatih kepala timnas Basket Putra semenjak ia resmi menerima Surat Keputusan (SK) menjadi manajer tim tersebut untuk SEA Games 2019.

"Saat penunjukan saya sebagai Manajer timnas Basket Putra, informasi yang saya terima dari Ketua BTN memang diharapkan untuk berkonsentrasi menangani Pelita Jaya," kata Fareza saat dihubungi dari Bandung, Minggu malam.

Sejak itu sudah ada kesepakatan antara BTN dan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (PP Perbasi) untuk mencari pengganti Fictor di timnas Basket Putra.

Pria yang akrab disapa Mocha itu juga menyatakan bahwa Pelatih NSH Jakarta, Wahyu Widayat Jati, sudah diputuskan sebagai pengganti Fictor di kursi pelatih kepala timnas Basket Putra, meski surat keputusan (SK) resmi belum terbit.

"Namun, saat ini masih dalam tahap finalisasi kesepakatan antara seluruh pihak, masih menunggu SK resmi dari Perbasi," kata Fareza.

Ini bukan kali pertama Wahyu menangani timnas Basket Putra. Sebab pada SEA Games 2017, pria yang akrab disapa Cacing itu juga menjadi arsitek timnas Basket Putra yang berhasil meraih medali perak di pesta olahraga Asia Tenggara dua tahunan itu.

Musim ini, Wahyu juga sukses mengantarkan tim besutannya NSH lolos ke fase playoff IBL 2018-2019 dengan memimpin klasemen akhir musim reguler Divisi Merah berbekal catatan 12 kemenangan dan enam kekalahan (12-6).

Sayangnya, catatan bersejarah tim NSH itu harus terhenti di partai semifinal ketika mereka kalah 1-2 dari Satria Muda Pertamina Jakarta.

Pun demikian, Wahyu dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik IBL 2018-2019 atas prestasinya tersebut.

Baca juga: Luapan perasaan Coach Ito usai basket putra Indonesia lolos perempat final

Sementara itu, di tangan Fictor, timnas Basket Indonesia berhasil lolos menempatkan diri ke babak delapan besar Asian Games 2018 serta melewati fase prakualifikasi Piala ASIA 2021.

Di Asian Games 2018 di Jakarta pada Agustus lalu, pelatih yang akrab disapa Coach Ito itu sukses menuntun Indonesia lolos dari fase penyisihan Grup A dengan menempati peringkat kedua meski hanya menang sekali dari tiga pertandingan.

Kemudian mereka dipecundangi China, yang melaju hingga meraih medali emas, di babak perempat final dengan kekalahan 63-98, Indonesia sudah berhak untuk masuk ke putaran final Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Sedangkan di putaran prakualifikasi Piala Asia 2021 pada 26 November-1 Desember 2018,  Coach Ito berhasil mengantarkan Indonesia menempati peringkat keempat klasemen akhir putaran kedua dengan catatan tiga kemenangan dan dua kekalahan (3-2).

Baca juga: Timnas bola basket putra Indonesia tidak terpengaruh absennya Filipina

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar