counter

Gereja terendam banjir, jemaat Kampung Putali ibadah di atas perahu

Gereja terendam banjir, jemaat Kampung Putali ibadah di atas perahu

Warga jemaat GKI Moria Hanele, Kampung Putali, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, pada Minggu pagi menggelar ibadah di atas perahu dan speedboat karena bangunan gereja ikut terendam air akibat banjir bandang pada pekan lalu. (Dokumen Facebook Mely Sabina E Lengkong)

Tadi pagi kami Jemaat GKI Moria beribadah di halaman gereja diatas perahu dan speedboat, sekitar 40 orang jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut
Jayapura (ANTARA) - Warga jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Moria Hanele, Kampung Putali, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, pada Minggu pagi gelar ibadah di atas perahu dan speedboat karena bangunan gereja ikut terendam air akibat banjir bandang pada pekan lalu.

Naftali Felle, salah satu warga Jemaat GKI Moria Hanele ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Minggu malam mengungkapkan, ibadah tersebut merupakan yang pertama kali terjadi sepanjang bencana alam yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu pekan lalu.

"Tadi pagi kami Jemaat GKI Moria beribadah di halaman gereja di atas perahu dan speedboat, sekitar 40 orang jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut," kata Naftali yang merupakan tokoh adat Kampung Abar.

Menurut dia, ibadah tersebut tergolong klasik jika dibandingan dengan kitab Injil dimana ibadah serupa dilaksanakan di atas air.

"Ini ibadah klasik, jemaat gunakan perahu sebagai tempat duduk. Kalau biasanya beribadah di dalam gedung, ini di halaman gedung karena air telah mengepung kami sejak Minggu (17/3) pagi," kata Naftali Felee.

Ibadah di halaman gereja ataupun di dalam gereja dengan menggunakan perahu mendadak menjadi viral di laman Facebook.

Sejumlah warga memposting gambar-gambar ibadah Minggu pagi dengan menggunakan perahu sebagai tempat duduk, karena air Danau Sentani yang meluap masuk ke dalam gereja.

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar