counter

Longsor timbun jalan lintas desa di Aceh Selatan

Longsor timbun jalan lintas desa di Aceh Selatan

Warga dibantu TNI membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor di jalan lintas Desa Lhok Bengkuang - Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, Senin (25/3/2019) (Antara Aceh/ Istimewa)

Meulaboh, Aceh (ANTARA) - Intensitas curah hujan tinggi mengguyur wilayah barat selatan provinsi Aceh telah mengakibatkan bencana alam banjir dan tanah longsor menutupi badan jalan utama menghubungkan antardesa di kabupaten Aceh Selatan.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri, di hubungi dari Meulaboh, Senin, mengatakan, selain tanah longsor, banjir juga telah mengepung puluhan desa di beberapa kecamatan sehingga warga terpaksa mengungsi sementara.

"Longsor terjadi di jalan lintas desa sepanjang 1 kilometer, longsor menutup akses sehingga semua pihak ikut melakukan pembersihan agar bisa dilalui kendaraan. Banjir juga terjadi di Aceh Selatan sejak Minggu(24/3),," katanya.

Peristiwa tersebut terjadi sejak Minggu (24/3) pukul 18.56 WIB disaat guyuran hujan, petir disertai angin kencang melanda daerah pusat pemerintahan di pegunungan yang terletak di kawasan pesisir barat selatan provinsi Aceh itu.

Longsor menutupi jalan di lintas desa Lhok Bengkuang - Panton Luas, kecamatan Tapaktuan 1 km, sementara daerah banjir meliputi 26 desa di kecamatan Pasie Raja, Tapaktuan, Kluet Timur, Kota Bahagia, Bakongan Timur dan Kluet Tengah.

"Saat ini TNI bersama warga masih berupaya melakukan pembersihan material di atas badan jalan. Sementara untuk pengungsi banjir pagi ini sudah kembali ke rumah masing - masing," ujar May.

Dia  menjelaskan, longsor terjadi pada dua titik, bahkan ada pohon tumbang di jalan nasional tepatnya di desa Lhok Rukam, namun kejadian itu telah diatasi sehingga lalu lintas telah lancar kembali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, melaporkan bencana alam ini mengakibatkan warga mengungsi yakni 50 jiwa di desa Panton Bilie, kecamatan Pasie Raja dan 50 jiwa di desa Air Pinang, kecamatan Tapaktuan.

Pewarta: Anwar
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar