counter

Bank sentral AS dinilai masih mungkin naikkan suku bunga sekali lagi

Bank sentral AS dinilai masih mungkin naikkan suku bunga sekali lagi

Gedung Bank Sentral Amerika Serikat (Reuters)

London (ANTARA) - Bank sentral Amerika Serikat dinilai masih mungkin untuk menaikkan suku bunga maksimal satu kali lagi pada tahun ini mengingat kondisi ekonomi Amerika Serikat yang kuat, kata seorang pejabat Federal Reserve pada Senin, meskipun ada risiko-risiko yang membuat The Fed bersikap "tunggu dan lihat" untuk saat ini.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pandangan positif masih bisa mempertahankan kenaikan suku bunga tahun ini dan tahun 2020, kata Presiden Federal Reserve Philadelphia, Patrick Harker di London. Dia juga mengatakan The Fed tidak akan membuat "perubahan drastis dalam waktu dekat" dengan jenis-jenis obligasi yang disimpannya dalam neraca sebesar 4,0 triliun dolar AS.

Rekan-rekan Harker di komite pembuat kebijakan bank sentral pada Rabu (20/3) mengabaikan proyeksi-proyeksi untuk kenaikan suku bunga tahun ini, mengutip tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Harker berpartisipasi dalam diskusi kebijakan Fed tetapi tidak memiliki hak suara sampai tahun depan. Pasar menganggap kemungkinan langkah Fed selanjutnya sebagai penurunan suku bunga.

Inflasi "sedikit lebih rendah" dan kepercayaan bisnis telah menurun, kata Harker, faktor-faktor yang menyebabkan dia melihat risiko cenderung "sangat sedikit untuk turun" dan mendukung jeda The Fed setelah sembilan kenaikan (suku bunga) sejak 2015 yang telah membawa target suku bunga Fed menjadi antara 2,25 hingga 2,5 persen.

"Saya terus berada dalam mode menunggu dan melihat," kata Harker dalam pidato yang disiapkan untuk dikirimkan ke Official Monetary and Financial Institutions Forum. "Pandangan saya saat ini adalah bahwa, paling banyak, satu kenaikan suku bunga tahun ini, dan satu pada tahun 2020, adalah tepat, dan sikap saya akan dipandu oleh data saat mereka masuk dan peristiwa-peristiwa yang terjadi."

Harker juga menawarkan pembaruan pada neraca Fed. Pada Rabu (20/3) The Fed mengatakan akan menghentikan pengurangan kepemilikan obligasi pada September tetapi meninggalkan pertanyaan terbuka tentang obligasi apa yang ingin disimpan oleh Fed dalam jangka panjang dan seberapa cepat akan berusaha untuk sampai ke sana.

The Fed tidak akan kembali memegang surat utang negara "untuk beberapa waktu," menurut Harker. The Fed membeli sekuritas yang didukung hipotek dalam langkah yang tidak biasa setelah krisis keuangan untuk membantu menstabilkan pasar perumahan dan ekonomi.

Namun seiring waktu, Harker mengatakan bank sentral harus berusaha untuk sekali lagi memegang obligasi yang akan memiliki efek netral dan memberikan fleksibilitas bank sentral untuk kembali menggunakan pembelian obligasi jika suku bunga mendekati nol dan ekonomi membutuhkan stimulus.

Untuk mencapai itu, Harker mengatakan The Fed harus menghindari memojokkan pasar pada keamanan atau lelang tertentu. The Fed dapat memiliki obligasi yang jatuh tempo dengan proporsi yang sama dengan pasar surat utang negara yang lebih luas, katanya, atau bank sentral dapat mendukung kepemilikan obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang guna memberi mereka lebih banyak fleksibilitas membeli obligasi jangka panjang untuk memberikan stimulus.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar