counter

20 jenazah tak teridentifikasi korban banjir Sentani dimakamkan massal

20 jenazah tak teridentifikasi korban banjir Sentani dimakamkan massal

Keluarga mengangkat peti yang berisi jenazah korban banjir bandang Sentani untuk dimakamkan di Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (23/3/2019). Berdasarkan data BNPB tercatat sebanyak 112 orang meninggal dunia dan 94 orang dinyatakan hilang akibat banjir bandang Sentani yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati/foc.)

Memang benar Rabu (28/3), 20 kantong berisi jenazah korban banjir akan dimakamkan secara massal dan saat ini sedang dipersiapkan segala sesuatunya.
Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 20 jenazah korban banjir bandang yang hingga kini belum bisa teridentifikasi, rencananya akan dimakamkan secara massal pada Rabu (28/3) di Sentani, kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr.Ramon Aninam kepada Antara di Jayapura, Selasa.

Dikatakan, tim DVI Polda Papua sebelumnya menerima 99 kantong jenazah dan dari jumlah tersebut 77 diantaranya sudah diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga.

Dari 22 kantong jenazah yang ada, dua diantaranya tidak berisi jasad manusia sehingga hanya 20 kantong jenazah yang berisi jasad manusia namun tidak bisa teridentifikasi.

“Memang benar pada Rabu (28/3), 20 kantong berisi jenazah korban banjir akan dimakamkan secara massal dan saat ini sedang dipersiapkan segala sesuatunya,” kata dr. Ramon.

Banjir bandang yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) menyebabkan 105 orang meninggal dan 94 orang dilaporkan hilang.

Dampak banjir bandang bukan saja dialami warga yang bermukim di kawasan Sentani dan sekitarnya tetapi juga yang bermukim di danau Sentani, akibat air danau meluap dan menggenangi rumah warga.

Saat ini tercatat 11 ribu lebih warga mengungsi di sejumlah tempat pengungsian dan rumah sanak keluarga yang tidak terkena banjir dan dampaknya.*


Baca juga: Tim DVI Polda Papua pastikan dua kantong tidak berisi jenazah

Baca juga: Dua jenazah banjir di Sentani kembali ditemukan tim SAR gabungan


 

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mapag hujan, strategi Pemkot Bandung antisipasi banjir

Komentar