counter

Pemuda Nabire galang dana untuk korban banjir bandang Jayapura

Pemuda Nabire galang dana untuk korban banjir bandang Jayapura

Para pemuda Nabire yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Kemanusiaan bagi Sentani dan Nduga berpose bersama usai menggalang dana di Pantai Nabire, Kabupaten Nabire, Papua (Dokumen Philemon Keiya)

Jayapura (ANTARA) - Sekelompok pemuda di Kabupaten Nabire, sejak Senin pekan lalu menggalang aksi dana dan bantuan kemanusiaan untuk warga korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Philemon Keiya, koordinator solidaritas aksi kemanusiaan bagi Sentani dan Nduga di Nabire ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Selasa, mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi atas rasa solidaritas dan kemanusiaan bagi korban bencana.

"Kami dapatkan informasi banyaknya korban meninggal akibat banjir tersebar melalui media. Atas dasar kemanusiaan, warga Nabire berkumpul di Pantai Nabire pada Senin (18/3) dan menggelar aksi pengumulan dana dan bantuan kemanusiaan," katanya ketika dihungi melalui telepon seluler.

Philemon yang didampingi sekretaris aksi Mikael Kudiai dan bendahara aksi Alfince Wenda mengatakan aksi pengumpulan dana dan pakaian layak pakai untuk Sentani dan warga pengungsian Nduga dilakukan selama beberapa hari.

"Pada Senin dan Selasa pekan lalu, kami lakukan penggalangan dana dan pengumpulan pakaian layak pakai di Pantai Nabire. Pada sore harinya, menggalang dana di lampu merah Pantai Nabire bersama komunitas lainnya, katanya.

Lalu, pada Rabu (20/03), aksi galang dana tetap dilakukan dengan berjalan kaki dari Pasar Karang ke Auri kemudian ke Jalan Merdeka, lewati Pasar Oyehe hingga ke Pantai Nabire.

"Selanjutnya pada Kamis hingga Sabtu pekan kemarin, kami tetap jalankan aksi di Pantai Nabire. Pada Sabtu pekan kemarin, kami bersama dengan kawan-kawan dari Nabire Akustik, Thobix Zparta dan Alfons Yogi, kami lakukan penggalangan dana di Pantai Nabire," katanya.

Philemong mengungkapkan dari aksi turun jalan tersebut, tim solidaritas aksi kemanusiaan bagi Sentani dan Nduga berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp19 juta dan pakaian layak pakai sebanyak delapan karung besar.

"Hasil yang kami dapat, baik uang dan pakaian, akan bagi dua, untuk warga Sentani dan Nduga. Karena bagi kami, duka Sentani duka kita
Duka Nduga duka kita Papua sedang duka," katanya.

Philemon menegaskan aksi yang dilakukan tersebut sebagai bentuk rasa solidaritas dan kemanusiaan terhadap sesama manusia, khususnya sesama warga Papua yang sedang tertimpa bencana atau persoalan.

"Yang kami lakukan ini adalah mencoba untuk mengambil dan merasakan duka dari Sentani dan Nduga. Kepada saudara-saudara kami di Sentani dan Nduga, hanya ini yang bisa kami lakukan," katanya.

"Kami juga sampaikan banyak terima kasih kepada seluruh warga Nabire yang sudah terlibat dan memberikan dukungan melalui sumbangan dana dan pakaian layak pakai, baik secara pribadi dan keluarga. Nama-nama kami tidak sebutkan satu per satu. Juga kepada beberapa gereja yang sudah terlibat," katanya lagi.

Untuk pengiriman pakaian ke Jayapura, Philemon mengaku sedang meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nabire lewat Dinas Perhubungan dan maskapai penerbangan rute Nabire-Jayapura agar bisa memgfasilitas pengiriman bantuan tersebut hingga tujuan.
 

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhan diangkat sebagai anak adat Sentani “Babrongko Umandrow”

Komentar