Jakarta (ANTARA) - Badan Informasi Geospasial (BIG) diminta membuat pemetaan bawah tanah untuk kota-kota besar dalam rangka mendukung pembangunan dan rencana tata ruang yang tepat.

"Kalau untuk kota, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional minta sampai layer bawah tanah masuk," kata Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin dalam Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial 2019 yang bertemakan "Pembangunan Berbasis Informasi Geospasial" di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan Jakarta menjadi salah satu kota yang membutuhkan peta bawah tanah karena adanya pembangunan infrastruktur seperti kereta bawah tanah (subway).

Dengan adanya peta bawah tanah, kata dia, maka pembangunan kereta bawah tanah seperti MRT di Jakarta ke depan akan lebih mudah karena dapat memastikan pengeboran bawah tanah tidak langsung menabrak saluran-saluran di bawah tanah, salah satunya pipa air.

"Jakarta ini belum punya peta bawah tanah jadi kalau mau bangun 'subway' lebih dalam lagi ngeri juga kalau tidak ada (peta bawah tanah), bisa tabrak macam-macam itu, kabel listrik, pipa air dan segala macam," tuturnya.

Dia mengatakan kebutuhan bangsa terkait pemetaan kota hingga bawah tanah tentu akan menjadi perhatiannya.

Badan Informasi Geospasial (BIG) juga mendorong peningkatan penyediaan data geospasial secara nasional yang lebih detail dengan skala 1:5.000.

"Kita akan mempercepat pengembangan peta-peta dasar yang nasional ini dengan skala 1: 5.000," kata Hasanuddin.

Hasanuddin menuturkan pihaknya juga tetap melayani kebutuhan nasional yang memerlukan pemetaan dengan berbagai skala seperti untuk prioritas pembangunan infrastruktur dengan skala 1:100.000.

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Masnun
Copyright © ANTARA 2019