counter

Untuk pelaksanaan UNBK SMA, DKI siapkan 1.170 peladen

Untuk pelaksanaan UNBK SMA, DKI siapkan 1.170 peladen

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono saat meninjau pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 26 Jakarta, Rabu (27/3). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Dinas Pendidikan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan UNBK tingkat SMA yang dijadwalkan berlangsung 1, 2, 4 dan 8 Apri 2019, antara lain menyelaraskan peladen dengan komputer yang ada di sekolah,
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.170 peladen (server) telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah DKI Jakarta pada 2019.

"Untuk SMA sudah jauh-jauh hari mempersiapkan UNBK," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono saat meninjau pelaksanaan UNBK di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 26 Jakarta, Rabu.

Jumlah peladen untuk UNBK SMA di DKI Jakarta lebih banyak dibandingkan untuk UNBK SMK, yang hanya menggunakan 1.151 peladen.

Dinas Pendidikan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan UNBK tingkat SMA yang dijadwalkan berlangsung 1, 2, 4 dan 8 April 2019, antara lain menyelaraskan peladen dengan komputer yang ada di sekolah.

Dinas juga berusaha memastikan aliran listrik tidak terganggu selama UNBK dengan menyurati kembali PT PLN.

"PLN akan kami surati lagi untuk mendukung pelaksanaan UNBK, baik SMK, SMA, SMP, termasuk Madrasah Aliyah (MA), Tsanawiyah (MTs), dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)," katanya.

Ratiyono menyebutkan UNBK SMA di DKI Jakarta akan diikuti 56.226 siswa di 481 sekolah, baik negeri maupun swasta, termasuk di antaranya 53 siswa berkebutuhan khusus.

"Siswa inklusi atau berkebutuhan khusus ini tersebar di berbagai wilayah, misalnya delapan siswa di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dua siswa, kemudian delapan siswa di Jakarta Selatan," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 21 Jakarta Taga Radja Gah menyebutkan sekolah sudah mempersiapkan UNBK, termasuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi.

"Sudah beberapa kali rapat koordinasi tingkat provinsi. Ketua rayon dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) dikumpulkan untuk menginventarisasi permasalahan tahun lalu agar tidak terjadi lagi," tambahnya.

Ia mengemukakan penyelenggara ujian antara lain menyiapkan Transfer Response (TR), perangkat lunak untuk merekam jawaban siswa, guna mengantisipasi kemungkinan jaringan listrik tiba-tiba mati atau koneksi terputus.

"Jadi, siswa tidak harus mengulang pengerjaan soal dari nomor satu. Kemudian, back up data dalam hardisk lain. Ini penting. Jika terjadi masalah, tinggal ganti hardisk. Tidak perlu sinkronisasi dari awal," ujar Taga, Ketua MKKS I Jakarta Timur.

Pada UNBK 2019, SMAN 21 Jakarta menyiapkan empat peladen utama plus satu cadangan untuk pelaksanaan ujian yang diikuti 252 siswa, yang terdiri atas 180 siswa program IPA dan 72 siswa IPS.
 

Nilai UNBK SMP 2019 turun

Pewarta: Virna P Setyorini/Zuhdiar Laeis
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar