counter

Sri Mulyani lantik pejabat eselon dua dan tiga Kemenkeu

Sri Mulyani lantik pejabat eselon dua dan tiga Kemenkeu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan)

Jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia dengan berprestasi baik
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu, melantik sejumlah pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai upaya penyegaran.

Pejabat eselon dua yang dilantik berasal dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan yaitu Ria Sartika Azahari sebagai Direktur Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah serta Lisbon Sirait sebagai Direktur Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah.

Sri Mulyani saat memberikan sambutan saat pelantikan mengharapkan pejabat baru mampu memimpin, mengorganisasi, menginspirasi, dan memotivasi para pegawai.

Selain itu, ia meminta pejabat menunjukkan kecintaan kepada NKRI dengan bekerja sepenuh hati dan mengukir prestasi tertinggi.

"Ukir prestasi, itu adalah cara satu-satunya anda untuk menunjukkan bahwa anda cinta dan setia kepada Negara Republik Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia dengan berprestasi baik," katanya.

Sri Mulyani juga mengharapkan institusi perimbangan keuangan dapat memperbaiki kinerja transfer ke daerah untuk mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Instrumen transfer ke daerah harus mampu untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah agar mereka mampu menjalankan tugas yang sangat penting yaitu melayani masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani melantik pula 30 pejabat eselon tiga di berbagai lingkungan Kementerian Keuangan.

Pejabat tersebut sebanyak sembilan orang dari Sekretariat Jenderal, 12 orang dari DJPK, enam orang dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dan tiga orang dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).

Kepada pejabat eselon tiga di DJPPR, Sri Mulyani meminta adanya upaya menjaga risiko kemampuan pembiayaan keuangan negara di lingkungan yang dinamis dan meningkatkan pendalaman obligasi negara.

Upaya edukasi dan publikasi terkait pembiayaan negara kepada masyarakat luas juga harus ditingkatkan dengan pendekatan-pendekatan sesuai dengan karakteristik target yang berbeda-beda.

Sri Mulyani juga menginginkan pejabat eselon tiga Sekretariat Jenderal melakukan pembinaan sumber daya manusia, memperhatikan struktur organisasi yang efektif dan efisien, serta menjaga reputasi agar mampu menjalankan nilai yang baik dan menjadi pionir bagi organisasi.

Terakhir, bagi pejabat eselon tiga di BPPK, Menkeu mengharapkan kemajuan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta mampu meningkatkan kapasitas dan peranan para pegawai.

Untuk itu, sebagai corporate university milik Kementerian Keuangan, BPPK harus bisa menjadi alat strategis dalam mencapai visi dan misi.

Baca juga: Menkeu lantik 18 pejabat eselon dua Ditjen Pajak

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu: Indonesia perlu tingkatkan pendidikan akuntansi

Komentar