counter

Bank sampah regional dibentuk Kabupaten Tangerang-Banten

Bank sampah regional dibentuk Kabupaten Tangerang-Banten

Ibu-ibu rumah tangga warga Desa Pesanggerahan Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang tengah berlatih membuat bantal hias dari limbah pabrik bertempat di sekretariat Bank Sampah Perum Taman Kirana. (Antara Foto/ Arsip)

Bank sampah regional tersebut dibangun tahap awal di Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Balaraja
Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, membentuk program bank sampah regional pada dua kecamatan supaya dapat bernilai ekonomi serta warga tidak sembarangan membuang.

"Program itu efektif berlaku mulai September 2019 karena tumpukan sampah belakangan terus bertambah, " kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy di Tangerang, Rabu.

Erwin mengatakan bank sampah regional tersebut dibangun tahap awal di Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Balaraja.

Program dilakukan karena pemerintah daerah mengalami kendala dalam pengelolaan sampah, sementara warga membuang secara sembarangan.

Padahal, katanya, sampah memiliki nilai ekonomi jika mampu dikelola dengan memilah dan memilih sebelum dibuang ke tempatnya.

Sebagai contoh sampah botol plastik dan kertas atau karton, dipisahkan lalu dikumpulkan di rumah warga, maka akhirnya dapat dijual ke bank sampah.

Ia menjelaskan program tersebut diadopsi dari studi banding ke Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan, karena di daerah itu sampah bernilai bisnis dan penduduk tidak sembarangan membuang.

"Pengelola bank sampah itu sebagai pembeli dan akhirnya dijual ke pihak ketiga (pengusaha), ini mendatangkan hasil," katanya.

Setelah bank sampah regional dianggap berhasil, maka dibentuk pula bank sampah tingkat desa dan kelurahan demi memudahkan warga dalam menjual sampah.

"Akibat bernilai ekonomi dan ada pembeli, maka warga berminat untuk mengumpulkan dan ini dianggap mampu mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Jatiwaringin," katanya.

Sedangkan pengelola bank sampah tersebut adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.

Menurut Erwin Mawandy, dari sektor sampah dapat menyumbang ke kas daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) setempat.

Pihaknya sudah menyiapkan program tersebut bersama aparat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.


Baca juga: Tangerang desentralisasikan penanganan sampah setiap kelurahan

Baca juga: Wali Kota Tangerang ajak masyarakat sedekah sampah

 

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dibentuk Bravo 5 relawan Jokowi di Banten

Komentar