counter

Kebakaran gedung tinggi di Bangladesh tewaskan sedikitnya lima orang

Kebakaran gedung tinggi di Bangladesh tewaskan sedikitnya lima orang

Petugas pemadam mencoba menjinakkan api yang membakar sebuah gudang kimia di Dhaka, Bangladesh. Sebanyak 56 orang meninggal dan diperkirakan masih akan terus bertambah. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain/pras.

Dhaka (ANTARA) - Kebakaran melanda sebuah gedung yang memiliki 22 lantai di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka pada Kamis, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 60 orang yang lain, kata sejumlah petugas.

Banyak orang terjebak di dalam bangunan tersebut.

Menurut saksi mata, banyak dari mereka yang terjebak melambaikan tangan dari atap dan jendela bangunan.

Sejumlah helikopter didatangkan untuk bergabung dengan 22 unit pemadam kebakaran yang bekerjasama dengan tentara, angkatan laut, angkatan udara dan polisi untuk memadamkan kobaran api.

"Kebakaran hampir berhasil dipadamkan" kata petugas pemadam kebakaran, Mizanur Rahman di lokasi kejadian.

Belum diketahui apa penyebab kebakaran di bangunan yang berada di daerah Banani tersebut.

Banyak siswa berkumpul untuk membantu petugas menyelamatkan para korban.

Seorang siswa, Faisal Rifayat, menceritakan bahwa dia melihat tiga orang sedang berupaya menyelamatkan diri dengan memanjat ke luar dari lantai delapan setelah kebakaran terjadi, namun satu orang jatuh dan kemudian dinyatakan tewas.

Sementara itu, Nanda, manajer keuangan perusahaan AAMRA yang kantornya berada di lantai empat gedung tersebut, mengatakan dia bersama 20 koleganya berhasil menyelamatkan diri.

Februari lalu, kebakaran dahsyat menewaskan 71 orang di pemukiman lama Dhaka, salah satu kota dengan populasi terpadat di dunia.

Sumber: Reuters

Baca juga: 56 meninggal dalam kebakaran di Bangladesh, korban bisa meningkat
Baca juga: Kebakaran pabrik busana di Bangladesh tewaskan 12 orang
Baca juga: Kebakaran terjadi di Dhaka, lebih 40 orang dilaporkan tewas

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jateng ekspor perdana 300 ton biskuit ke Bangladesh

Komentar