counter

Guru nonsertifikasi di Sorong Selatan diperbolehkan ikut tes CPNS

Guru nonsertifikasi di Sorong Selatan diperbolehkan ikut tes CPNS

Pencari kerja di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat. (FOTO ANTARA/Istimewa)

Semua pencari kerja yang memiliki ijazah sarjana pendidikan, terutama putra-putri Sorong Selatan berhak untuk mengikuti seleksi CPNS sekalipun tidak memiliki sertifikat profesi
Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan , Provinsi Papua Barat memperbolehkan guru nonsertifikasi profesi mengikuti pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerah tersebut.

Sekretaris Daerah Sorong Selatan, Dance Yulian Flassy di Sorong, Jumat mengatakan bahwa Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) telah mengeluarkan surat yang menjelaskan bahwa pencari kerja yang tidak memiliki sertifikat profesi memiliki hak untuk mengikuti seleksi CPNS formasi guru.

Dia menjelaskan, sebelumnya sertifikat profesi adalah salah satu persyaratan bagi CPNS tenaga guru. Tanpa sertifikat tersebut berkas pelamar akan ditolak meskipun memiliki ijazah sarjana pendidikan.

Namun, Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan surat nomor : B/480/M.SM.01.00/0218 dengan perihal penjelasan perubahan Permenpan 36 Tahun 2018 tentang penetapan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Surat tersebut, kata dia, ditujukan bagi pejabat pembina kepegawaian pusat dan pejabat pembina kepegawaian daerah di seluruh Indonesia termaksud Sorong Selatan untuk dijalankan.

Surat tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sehingga pelamar yang merupakan lulusan perguruan tinggi dalam negeri atau program studi yang terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mempunyai hak mengikuti seleksi CPNS.

Karena itu, semua pencari kerja yang memiliki ijazah sarjana pendidikan, terutama putra-putri Sorong Selatan berhak untuk mengikuti seleksi CPNS sekalipun tidak memiliki sertifikat profesi.

"Pelamar yang telah ditolak sebelumnya akan dipanggil kembali guna mengikuti seleksi CPNS khusus tenaga guru tanpa sertifikat profesi," demikian  Dance Yulian Flassy.

Baca juga: Ratusan guru di Wondama-Papua Barat belum bersertifikat

Baca juga: Penerimaan CPNS Papua Barat dikhususkan bagi honorer

Baca juga: Bersihkan "data siluman", guru honorer di Papua Barat diverifikasi ulang


 

Pewarta: Ernes Broning Kakisina
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wakil DPRD Papua dan Papua Barat minta pemerintah buka ruang dialog

Komentar