counter

Dubes RI Moskow Resmikan Pusat Studi Nusantara di Republik Dagestan

Dubes RI Moskow Resmikan Pusat Studi Nusantara di Republik Dagestan

Dubes RI Moskow Resmikan Pusat Studi Nusantara di Republik Dagestan

London (ANTARA) -  

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, meresmikan “Pusat Nusantara” di Sekolah Tinggi Humaniter dan Pedagogi Dagestan di Makhachkala, Rusia.

Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Adiguna Wijaya kepada Antara di London, Sabtu mengatakan peresmian Pusat Studi Nusantara di Republik Dagestan dilakukan Dubes ada hari ketiga lawatan kerjanya di Dagestan, 26 Maret.

Hadir dalam peresmian antara lain Wakil Ketua Dewan Parlemen Republik Dagestan, Zarema Buchaeva, Menteri Kebijakan Nasional dan Agama Republik Dagestan, Enrik Muslimov, Direktur Sekolah Tinggi Pedagogi Humaniter Republik Dagestan, Jennet Temurkaeva, Wakil Direktur untuk Pengembangan Kerja Sama Internasional yang juga menjadi Kepala Pusat Nusantara, Abdulaev Ibragimgadzi.

 Temurkaeva menyambut baik berdirinya “Pusat Nusantara” dan berharap ke depan dapat menjembatani hubungan kedua bangsa, terutama di kalangan  generasi muda. “Kemitraan nyata yang sebenarnya adalah hubungan yang terjalin antar warga”, ujar Direktur Temurkaeva.

Sementara Kepala “Pusat Nusantara” Ibragimgadzi menyatakan kegembiraannya karena setelah berdiri selama 8 tahun akhirnya dapat diresmikan langsung oleh Dubes RI. “Pusat Nusantara” ini adalah yang pertama di wilayah Kaukasia Utara dan sangat strategis sifatnya. Oleh karena itu, saya berharap keberadaannya dapat mendorong hubungan yang lebih dekat antara Dagestan dengan Indonesia”, demikian Dubes Wahid.

Terdapat sekitar 20 orang warga Dagestan yang pernah belajar studi Islam dan beberapa cabang keilmuan lainnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Yogyakarta dan Jakarta periode keberangkatan tahun 2010 dan 2011. Turut hadir 10 orang di antaranya pada acara peresmian dan ramah tamah. Mereka menyatakan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan beasiswa dan banyak belajar dari Indonesia tentang Islam dan sopan santun.

Untuk itu, Dubes Wahid mengusulkan didirikannya “Asosiasi Persahabatan Indonesia-Dagestan” untuk menjembatani hubungan kedua bangsa di bidang yang lebih luas. Menteri Kebijakan Nasional dan Agama Muslimov menyambut baik dan berjanji akan memfasilitasinya.

 

Baca juga: Bangga ajarkan bahasa Indonesia di Rusia
 

Berwisata cruise keliling Sungai Moskow

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar