Warga Kediri-Jatim diajak hemat energi demi lingkungan

Warga Kediri-Jatim diajak hemat energi demi lingkungan

Para guru sekolah hadir dalam acara "Earth Hour" di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019) malam. (FOTO ANTARA/Asmaul Chusna)

Kami ajak seluruh masyarakat malam ini bersama-sama dengan seluruh kota di dunia mematikan peralatan elektronik yang tidak diperlukan selama satu jam mulai jam 20.30 WIB
Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa timur, mengajak masyarakat untuk menghemat energi dengan mematikan peralatan elektronik yang tidak dimanfaatkan selama satu jam mulai jam 20.30 WIB demi memperbaiki lingkungan,  dalam rangkaian acara Earth Hour di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.

"Kami ajak seluruh masyarakat malam ini bersama-sama dengan seluruh kota di dunia mematikan peralatan elektronik yang tidak diperlukan selama satu jam mulai jam 20.30 WIB," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti di Kediri, Sabtu malam.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten sengaja mengadakan acara ini dengan mengajak serta sekolah-sekolah Adiwiyata di kabupaten ini. Partisipasi sekolah-sekolah itu diharapkan untuk meningkatkan kesadaran, terutama para pelajar agar lebih mencintai lingkungan.

Agung menambahkan, selain mengetuk kesadaran masyarakat untuk tidak boros dalam memanfaatkan energi listrik, dalam acara ini juga bertujuan untuk kampanye pengelolaan sampah. Masyarakat diajak untuk bisa mengelola sampah yang dimulai dari sampah yang dihasilkan dari rumahnya sendiri.

"Kegiatan ini kampanye untuk lebih menyayangi bumi. Kegiatan lain yang dilakukan dengan mengelola sampah mulai dari diri sendiri, pribadi, rumah tangga yang dikelola dengan baik. Bagaimana mengurangi sampah plastik dengan melibatkan anak-anak dan masyarakat," kata dia.

Ia sangat berharap, masyarakat juga semakin pandai dalam mengelola sampah. Untuk sampah plastik bisa dikumpulkan menjadi satu bisa diolah menjadi produk daur ulang, begitu juga dengan sampah basah yang bisa dikelola menjadi pupuk kompos. Dari pupuk itu bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

"Makanya kami galakkan pada pengelolaan sampah dari sumbernya. Jangan sampai hanya terbiasa menghasilkan sampah dibuang sembarangan atau hanya diangkut ke TPS (tempat pemungutan suara). Jadi, lebih baik dipilah sejak awal," kata dia.

Sementara itu, dalam kegiatan itu juga menampilkan berbagai kreativitas dari para pelajar baik kesenian maupun berbagai atraksi lainnya. Mereka memeriahkan acara yang digelar di halaman SLG tersebut.

Di lokasi itu juga juga sudah dipasang ratusan lilin. Seluruh lilin itu dinyalakan saat kegiatan Earth Hour dimulai yakni jam 20.30 WIB selama satu jam berikutnya.

Ratusan warga juga sudah memadati area SLG Kabupaten Kediri sejak petang. Mereka turut memeriahkan kegiatan tersebut. Kendati harus berjubel saat di perjalanan menuju kawasan SLG, tetap membuat mereka bersemangat bahkan hingga meluber ke jalan raya.

Baca juga: Kediri anggarkan Rp4 miliar untuk kembangkan hutan kota

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar