counter

Menteri ESDM resmikan jargas Palembang dan transmisi Grissik-Pusri

Menteri ESDM resmikan jargas Palembang dan transmisi Grissik-Pusri

Menteri ESDM Ignasius Jonan menandatangani nota kerja sama pemanfaatan insfrastruktur gas pada peresmian jargas Palembang dan transmisi pipa Grissik-Pusri di Palembang, Minggu (31/3). (Antara News Sumsel/19/Dolly Rosana)

Palembang (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan dua proyek infrastruktur gas sekaligus di Palembang, yakni jaringan gas kota 4.315 sambungan rumah tangga dan pipa transmisi gas Grissik-Pusri sepanjang 176 kilometer.

Peresmian berlangsung di Lapangan Patrajaya, Palembang, Minggu dengan turut dihadiri di antaranya Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ridho Yahya, Wali Kota Palembang Harnojoyo, BPH Migas M Fanshurullah Asa, Direktur Infrastruktur Migas Alimudin Baso, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro.

Jonan mengatakan pembangunan jaringan gas (jargas) Kota Palembang ini masuk dalam realisasi proyek infrastruktur gas 2018 yang total berjumlah 325.773 saluran rumah tangga (SR) sejak mulai membangun pada 2009. Jargas ini terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota.

Pada 2019, pemerintah menargetkan dapat membangun 435.000 SR tersebar di sejumlah kabupaten/kota, di mana pada 2018 akan membangun 78.216 SR jargas di 18 lokasi.

Khusus untuk Kota Palembang, Jonan menjanjikan bakal ada tambahan pada 2020 yakni sebesar 100.000 SR jika dialokasikan pembangunan jargas 1 juta SR oleh pemerintah.

Jumlah bantuan jargas sambungan rumah tangga ini diasumsikan bahwa terdapat 274.000 pelanggan (data pelanggan PDAM) di Palembang, sementara yang terakses sejauh ini baru mencapai 7.600 SR setelah pada 2009 juga sempat menerima bantuan serupa dari Kementerian ESDM sekitar 2.000 SR.

Menurutnya, peluang tersebut sangat terbuka, apalagi sudah ada pipa transmisi gas dari sumur migas Conoco Philips di Grissik (Musi Banyuasin) ke Palembang. Sebanyak 150 mmscfd gas dapat mengalir melalui pipa tersebut, sementara yang eksisting terpakai 70 mmscfd.

"Nah, ini masih berlebih. Jika disambungkan ke rumah tangga malahan bisa menjangkau 15 juta rumah tangga dengan hanya satu pipa ini," kata dia.

Dengan begitu, melalui program strategis pemerintah ini diharapkan impor elpiji yang mencapai 70 persen dari kebutuhan dalam negeri dapat terus dikurangi, karena menyedot dana APBN senilai Rp40 triliun per tahun.
Direktur PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memasak menggunakan kompor gas yang dialiri jargas Palembang di Palembang, Minggu (31/3). (Antara News Sumsel/19/Dolly Rosana)


Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo berterima kasih atas perhatian pemerintah yang telah membangun jargas kota saluran rumah tangga ini.

"Kami berharap dapat alokasi tambahan tahun depan, dan BUMD Kota Palembang dapat terlibat dalam pengelolaannya," kata dia.

Jargas Palembang dibangun di Kelurahan Tuan Kentang, Lima Ulu, Enam Belas Ulu dan Plaju Ulu dengan mendapat suplai dari sumur gas KKKS Medco Energy di Musi Banyuasin.

Pada 2018, pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan pembangunan, pengoperasian serta pengembangan jargas Palembang melalui afiliasinya PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga.

Baca juga: Palembang bangun jaringan gas rumah tangga 6.034 sambungan tahun ini
Baca juga: Kementerian ESDM: Harga jual gas melalui jargas lebih murah dari LPG

 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komisi VII DPR Tinjau Jargas di Batam

Komentar