Atraksi JAT TNI AU pukau ribuan warga Pekanbaru

Atraksi JAT TNI AU pukau ribuan warga Pekanbaru

Tim Aerobatik Jupiter (JAT) TNI AU sedang melakukan salah satu manuver di udara (Foto : Antaranews com/Dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Tim Aerobatik Jupiter atau Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU menggelar atraksi dengan menari-nari di langit Kota Pekanbaru, Provinsi Riau usai berhasil membawa nama baik bangsa Indonesia di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2019, Malaysia.

Kehadiran JAT di Kota Pekanbaru tersebut dalam rangka pelaksanaan Bulan Dirgantara yang diselenggarakan Pangkalan Militer Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Minggu.

"Ada 12 formasi yang kita tampilkan untuk warga Pekanbaru hari ini," kata pimpinan JAT Letkol Pnb Marcellinus  di Pekanbaru, Minggu.

Ia menjelaskan formasi yang ditampilkan tersebut merupakan beberapa dari formasi yang digunakan JAT di LIMA 2017, Malaysia pada 26-30 Maret lalu.

Di antara formasi tersebut, demikian Novian, adalah Roll Slide, Hard, Crosster, Box Provision, Barrier Roll Formation, Tactical dan lainnya.

Dari di lapangan, JAT yang terbang selama lebih kurang 20 menit pada Minggu siang menampilkan sejumlah formasi terbang menarik. Decak kagum ribuan warga Pekanbaru tidak terbendung saat seluruh enam pesawat KT-1B Wong Bee buatan Korea Selatan itu menari-nari di udara.

Atraksi dimulai saat enam pesawat KT-1B Wong Bee yang tiba beriringan dari arah utara. Kemudian dua pesawat lainnya berpencar ke sisi kiri dan kanan. Kedua pesawat itu memulai atraksi seperti terbang dari arah berlawanan dengan jarak yang cukup dekat satu dengan lainnya.

Atraksi terus berlanjut seperti dua pesawat terbang dengan posisi atas dan bawah beriringan namun satu pesawat di atas terbang secara terbalik. Seluruh atraksi tidak henti membuat merinding ribuan penonton.

Salah satu penerbang JAT asal Pekanbaru, Mayor Pnb Ferdian Corbie Habibi mengaku sangat bangga dapat menampilkan atraksi terbaik di langit Kota Pekanbaru. Dia mengatakan penampilan kali ini sangat spesial, karena kemungkinan besar menjadi yang terakhir menari-nari di langit Pekanbaru.

"Dari 2015 masuk tim dan berangan-angan tampil di Pekanbaru. Dan hari ini saya ada di tim, dan sebentar lagi akan meninggalkan tim. Alhamdulillah bisa berikan yang terbaik untuk warga Pekanbaru. Saya bangga sebagai anak Pekanbaru," ujarnya.

Habibi berharap dimasa mendatang ada generasi muda yang dapat berkiprah dan menjadi pilot handal bertaraf internasional selayakanya dirinya.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka menjelaskan kehadiran JAT menjadikan Bulan Dirgantara dalam rangka memperingati HUT TNI AU ke-73 menjadi spesial.

"Antusiasme masyarakat sangat tinggi sekali. Ini adalah bagian dari perayaan HUT TNI AU yang jatuh pada 9 April mendatang," kata Ronny.

Ia menjelaskan selain penampilan JAT, Lanud Roesmin Nurjadin sebagai satu-satunya pangkalan militer terlengkap dengan diperkuat dua skadron udara tersebut turut pamer kekuatan alat utama sistem persenjataan.

Sejumlah jet tempur F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 Black Panther unjuk kebolehan dalam atraksi fly past. Selain itu, prajurit Paskhas juga pamer kemampuan dalam melakukan penyergapan dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat dalam penyelenggaraan dua hari tersebut.

"Kita sudah langsungkan kemarin dan hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan TNI AU dengan masyarakat dan kita berharap ada generasi muda Riau yang bergabung menjadi bagian TNI AU," tuturnya.

 

Pewarta: Anggi Romadhoni
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menebar semangat Inggit Garnasih lewat Sekolah Ra'jat

Komentar