Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berencana mengusulkan pemberian bantuan kepada warga yang bermukim di kompleks perumahan Jalan Rindang Banua atau Puntun yang terkena musibah kebakaran pada Sabtu (30/3).

"Langkah awal untuk pemberian bantuan bahan bangunan rumah (BBR) yang dikucurkan Kementerian Sosial Republik Indonesia adalah melakukan inventarisir data korban kebakaran," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, Minggu.

Pendataan yang dilakukan lurah dan camat bertujuan untuk memastikan berapa jumlah bantuan yang akan dikucurkan kepada koban bencana kebakaran di kawasan Puntun tersebut.

Inventarisir data, termasuk kejelasan status tanah, apakah milik pribadi atau orang lain. Mengenai pendataan korban kebakaran,  lurah dan camat akan dibantu tiga ketua RT yang wilayahnya terkena bencana tersebut, sehingga dalam beberapa hari ke depan dapat dipastikan jumlah bangunan yang terbakar, kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa yang terdampak dari kejadian itu.

"Setelah data sesuai dan valid, bantuan yang sudah disiapkan Dinsos Palangka Raya akan segera diserahkan kepada korban kebakaran secepatnya," ucapnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah bangunan yang terbakar adalah sebanyak 96 unit. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan mengalami penambahan, sebab hingga saat ini masih dilakukan penghitungan ulang untuk memastikannya.

Sementara itu, untuk menanggulangi maupun mencegah kejadian serupa agar tidak terulang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya melakukan evaluasi terhadap hidran yang sudah dipasang di beberapa lokasi pemukiman padat penduduk.

"Seperti yang terpasang di Jalan Dr Murjani, Jalan Riau dan kompleks perumahan Jalan Rindang Banua Palangka Raya," ungkapnya.

Ia menerima informasi, hidran yang sudah dipasang oleh pemkot belum berfungsi secara optimal. Untuk itu pihaknya akan segera menindaklanjutinya agar permasalahan tersebut segera diatasi.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati saat meninggalkan rumahnya. Salah satunya mengecek peralatan dapur, seperti tempat penanak nasi elektronik, dispenser serta peralatan lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

"Instalasi listrik juga wajib dicek, apabila kondisinya sudah lama harus segera diganti agar tidak mudah terbakar dan membahayakan penghuni rumah itu sendiri," katanya.*


Baca juga: Ratusan Rumah Berbahan Kayu Terbakar di Palangka Raya

Baca juga: Rumah dan pabrik batako terbakar akibat anak bakar kasur

 

Pewarta: Kasriadi/Adi Wibowo
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019