Gorontalo Utara tetapkan KLB kasus diare massal

Gorontalo Utara tetapkan KLB kasus diare massal

tim Kemenkes RI, serta tim dari Dinas Kesehatan kabupaten, provinsi, BPOM dan Polda Gorontalo, bergerak cepat menangani musibah muntaber massal di Kecamatan Biau dan Tolinggula, Gorontalo Utara.

Gorontalo (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyakit muntaber yang menimpa puluhan warga di Kecamatan Biau dan Tolinggula, yang dialami massal sejak awal peristiwa pada Jumat (29/3).

"Penetapan status KLB sebab jumlah penderita terus bertambah, apalagi hari ini masih ada dua pasien baru anak-anak usia 3 tahun dan 2 tahun 9 bulan di Kecamatan Biau, harus dirujuk ke rumah sakit," ujar Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, dr Wardana Harun, SpPK di Selasa (2/4).

Ia mengatakan, kasus muntaber tersebut menjadi perhatian khusus apalagi penderitanya didominasi anak-anak dibawah usia 5 tahun.

Penanganan kasus tersebut, kata dokter spesialis patologi klinik itu, sebenarnya bisa dilakukan dengan baik di Puskesmas Biau maupun Tolinggula.

Mereka yang tidak dirujuk, mendapatkan perawatan inap secara intensif bahkan tidak ada yang mengalami dehidrasi, serta bagi penderita diare ringan bisa menjalani rawat jalan.

Tindakan merujuk, kata Wardana, rata-rata dilakukan pada pasien anak usia balita, yang menderita diare disertai kejang-kejang dan panas tinggi.

Kondisi itu dialami hampir semua pasien anak termasuk 3 balita yang telah meninggal dunia.
Meski telah ditetapkan status KLB namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil sampel yang masih diuji di laboratorium mikrobiologi di Surabaya.

Sebab sampel air yang dikirim harus diketahui hasil pengujian mikrobanya untuk mengetahui virus maupun bakteri penyebab. Termasuk apakah sampel yang di uji itu mengandung bahan kimia berbahaya yang mempengaruhi daya tahan tubuh serta otak manusia.

"Mengingat baru kali ini di daerah ini temukan kasus diare disertai kejang berulang-ulang dan panas tinggi hingga menyebabkan kematian," katanya.

Pihaknya masih menyiagakan tim di Puskesmas Biau dan Tolinggula, untuk memaksimalkan pelayanan 1x24 jam, mengingat potensi peningkatan kasus bisa saja terjadi. Serta terus melakukan identifikasi di lapangan, terkait penyebab awal di dua kecamatan paling barat itu.

Dukungan pihak Dinkes Provinsi, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo, serta tim dari Kementerian Kesehatan RI sangat optimal dalam penanganan kasus massal itu, sejak Jumat (29/3) hingga saat ini.

Data terbaru menunjukkan jumlah penderita muntaber di Kecamatan Biau bertambah 2 orang dari total kasus sebelumnya pada Senin (1/4), sebanyak 50 orang, 2 diantaranya meninggal dunia.
Serta di Kecamatan Tolinggula mencapai 19 orang, 1 diantaranya meninggal dunia.

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar