counter

Lima narapidana anak di Palembang ikut Ujian Nasional

Lima narapidana anak di Palembang ikut Ujian Nasional

Dokumentasi - Sejumlah warga binaan mengikuti Ujian Sekolah Berstandart Nasional (USBN) Paket B dan C di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/4/2018). (ANTARA /Yulius Satria Wijaya)

Palembang (ANTARA) - Lima narapidana anak yang menjalani hukuman di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang, Sumatera Selatan, mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 11 sekitar lokasi LPKA tersebut.

Petugas LPKA Kelas 1 Palembang, Rudi Iskandar, di Palembang, Selasa, mengatakan lima warga binaan itu dititipkan di sekolah terdekat yang siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ujian yang berlangsung sejak 1 April 2019 hingga hari kedua ini siswa dari LPKA mampu mengikuti UNBK tingkat SMA/MA itu.

"Mata pelajaran Bahasa Indonesia: yang diujikan pada Senin (1/4) dan Matematika: pada hari ini bisa dilalui dengan baik sebagaimana siswa lainnya," ujarnya.

Sementara sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, menjelaskan bahwa hampir semua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu siap melaksanakan UNBK.

"Sekitar 96 persen SMA di provinsi ini mampu melaksanakan UNBK, pada tahun ini hanya empat persen sekolah yang masih menggunakan sistem lama atau Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP)," ujarnya.

Sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK itu disebabkan beberapa faktor seperti jumlah komputernya belum sesuai dengan siswa yang akan ujian dan belum memiliki jaringan internet atau perangkat pendukung lainnya.

Berdasarkan data tercatat 75.997 siswa dari 820 SMA dan Madrasah Aliyah yang tersebar di 17 kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel mengikuti UNBK, kata Widodo.*


Baca juga: Kemenag pastikan UNBK madrasah lancar hingga ke pelosok

Baca juga: Korban banjir Sentani ikut unbk gunakan pakaian seragam pinjaman


 

Akibat bencana, 5 SMP di Palu belum bisa ikuti UNBK

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar