counter

Bantul koordinasikan pembenahan kerusakan pariwisata akibat banjir

Bantul koordinasikan pembenahan kerusakan pariwisata akibat banjir

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo (Foto Antara/Hery Sidik)

Kita sudah coba investigasi dan dari Kemenpar begitu ada bencana sorenya langsung minta laporan dari kami, dan dijadikan bahasan apakah memungkinkan dari kementerian melalui DAK (dana alokasi khusus) untuk bisa bantu percepatan penanganan ini,
Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah berkoordinasi dengan institusi pemerintah di daerah maupun Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terkait pembenahan kerusakan pada sektor pariwisata karena dampak banjir dan tanah longsor.

"Untuk pembenahannya kita sudah koordinasi lewat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Kemenpar, agar harapannya bisa disuport APBD -nya," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Rabu.

Pada kejadian banjir dan tanah longsor 17 Maret 2019 mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur di wilayah Bantul, meski objek yang rusak bukan merupakan destinasi wisata, namun menurutnya itu menjadi bagian dari objek wisata Bantul.

Ia menyebutkan, kerusakan cukup parah di wilayah Desa Wukirsari Imogiri dan beberapa titik lainnya, juga objek yang dikelola Dispar yaitu fasilitas tempat duduk di kawasan Parangkusumo yang hancur sehingga butuh pembenahan agar semakin nyaman.

Selain itu, menurut dia ada beberapa kerusakan akses jalan menuju wilayah Pundong, kemudian di wilayah Parangtritis ada jembatan yang rusak, dan di Imogiri juga terkena dampaknya yang tidak positif untuk pariwisata.

"Kita sudah coba investigasi dan dari Kemenpar begitu ada bencana sorenya langsung minta laporan dari kami, dan dijadikan bahasan apakah memungkinkan dari kementerian melalui DAK (dana alokasi khusus) untuk bisa bantu percepatan penanganan ini," katanya.

Namun demikian, tambahnya dalam penanganan kerusakan sektor pariwisata ini pihaknya tidak hanya bergantung pada salah satu sumber anggaran, namun bisa berbagai tergantung kesiapan dan kondisi keuangan.

"Nanti siapa yang cepat, kita tidak tergantung kepada salah satu, tapi siapa yang cepat menangani nanti akan kita usahakan. Kalau untuk taksiran (nilai kerusakan) belum hitung secara teknis," ujarnya.

Dia juga mengemukakan, dengan kejadian itu harapannya bisa menjadi penyemangat bersama bahwa bencana bagian dari ujian untuk lebih kuat lagi dalam memperbaiki agar masyarakat yang datang berwisata ke Bantul tidak dikecewakan.

"Bencana ini diluar kemampuan manusia, tapi ketika ini terjadi bagaimana semangat kita untuk membenahi kembali apa yang tidak sesuai agar jadi sesuai, dan kita beri semangat ke seluruh pengelola objek wisata," katanya.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov tegaskan Perda RZWP3K tidak untuk persulit nelayan dan pengusaha

Komentar