counter

Kemdikbud bantu renovasi ruang kelas SMP 1 Biak

Kemdikbud bantu renovasi ruang kelas SMP 1 Biak

Sekretaris Daerah Biak Markus O.Mansnembra meresmikan ruang kelas bersama pemuka agama Pdt MaxKafiar, Kepsek SMP Negeri 1 Carla Yensenem, Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Simon Rumpaisum MAP serta Ketua Komite Sekolah Hendrik Korwa,Kamis(4/4).(ANTARA News Papua/Muhsidin)

Biak (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengalokasikan dana Rp1,4 miliar untuk merenovasi pembangunan ruang kelas siswa SMP Negeri 1 Kabupaten Biak Numfor, Papua dalam rangka meningkatkan kenyamanan belajar mengajar di sekolah setempat.

"Pemkab Biak Numfor menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kemdikbud karena sudah membantu merenovasi ruang sekolah SMP Negeri 1,"ungkap Sekretaris Daerah Biak Markus O.Mansnembra di Biak,Kamis.

Ia mengharapkan ruang kelas dan kantor yang sudah dibangun dengan dana pendidikan Kemendikbud untuk dapat digunakan dengan baik guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor.

Dengan adanya gedung kelas yang baru, lanjut Sekda Markus, akan memberikan kenyamanan untuk anak-anak belajar dalam menimba ilmu di sekolah.

"Saya harapkan dewan guru, orang tua dan siswa untuk merawat fasilitas ruang kelas yang sudah diresmikan untuk meningkatkan proses belajar mengajar,"harap Sekda Markus Mansnembra.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Biak Carla Yensenem S.Pd mengakui pekerjaan proyek fisik ruang kelas dan kantor kepala sekolah mendapat bantuan dana dari Kemendikbud tahun anggaran 2018 mencapai Rp1,4 miliar.

"Fasilitas ruang kelas dan kantor kepala sekolah yang sudah rampung sudah dapat dimanfaatkan untuk pelayanan proses belajar mengajar siswa,"harapnya.

Peresmian ruang kelas dan kantor kepala SMP negeri 1 Biak dilakukan Sekda Markus O.Mansnembra dengan membuka pintu ruang kelas bersama Kepsek Carla Yensenem dan Ketua Komite Sekolah Hendrik Korwa SIP

Pewarta: Muhsidin
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polri dalami keterlibatan asing dalam kerusuhan Papua

Komentar