Jambi (ANTARA) - Tiga perguruan tinggi negeri, Universitas Jambi, Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu, Kamis (4/4) menggelar kuliah umum 'daring' dengan ilmuwan diaspora Prof Teruna J Siahaan dari Kansas University, Amerika Serikat.

Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan ketiga universitas dan perwakilan mahasiswa itu berlangsung serempak dalam jaringan yang diinisiasi oleh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional atau yang dikenal "I-4".

"Kami mengapresiasi kepada inisiator, I-4, karena kuliah umum seperti ini merupakan yang pertama kali di Unja secara global melalui pemanfaatan teknologi," kata Rektor Johni Najwan dalam sambutannya pada kuliah umum tersebut di Kampus Unja Mendalo Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Di Kampus Universitas Jambi, kegiatan kuliah umum jarak jauh dalam jaringan tersebut digelar di Ruang Rektorat III Kampus Unja di Mendalo. Selain Rektor, hadir pula sejumlah pimpinan perguruan tinggi itu, kepala unit serta sejumlah dekan dan ketua prodi.

Kuliah umum yang diinisiasi oleh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) tersebut menghadirkan pembicara kuliah jarak jauh Kluster Kimia dan Farmasi. Disiplin itu itu yang digeluti Prof Teruna J. Siahaan dari Kansas University, Amerika Serikat, yang merupakan ilmuwan diaspora Indonesia.

"Kuliah umum secara e-learning ini adalah yang pertama, ke depan akan kita tingkatkan dengan topik dan pembahasan yang juga bermanfaat untuk bangsa kita ini," kata Johni Najwan.

Kuliah umum dengan topik "Pengembangan Studi dan Penelitian Kimia dan Farmasi di Institusi dalam Negeri" itu, juga dapat disaksikan melalui saluran Youtube I-4 Media.

"Melalui kuliah umum I-4 klaster kimia dan farmasi tersebut, dapat meningkatkan kapasitas riset di tanah air, dan juga teknologi harus digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan," kata Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional Prof Deden Rukmana melalui sambungan video yang ditampilkan di layar pada kuliah umum itu.

Pada kesempatan kuliah umum tersebut, juga mendapat apresiasi dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof Ismunandar dan Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Prof Ali Ghufron Mukti yang juga tersambung dalam kuliah umum daring itu.

Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) Prof Deden Rukmana mengatakan, Indonesia bisa menjadi pusat keunggulan (center of excellence) pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

"Untuk itu saya mengajak komponen bangsa untuk berperan penting dalam menjadikan Indonesia sebagai 'center of excellence' pengembangan IPTEK, dengan kerja keras," kata Prof Deden.

Melalui kuliah umum secara daring yang diikuti tiga universitas di Sumatera, yakni Universitas Jambi, Universitas Lampung dan Universitas Bengkul itu dapat menjalin sinergi ilmuwan diaspora di seluruh dunia bagi pengembangan IPTEK untuk masa mendatang.

Menurutnya, ilmuwan diaspora memiliki peran yang penting sebagai penghubung keilmuan antara pusat-pusat keilmuan di berbagai negara maju dengan keilmuan yang ada di tanah air.

"Kegiatan seperti ini dapat meningkatkan sinergi diaspora dengan mitra di Indonesia untuk menjawab tantangan dunia yang bergerak begitu cepat," katanya menjelaskan.
 

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2019